Diduga Bantuan DAK TA 2020 SMP Gunakan Konstruksi Bekas

Kabupaten Tasikmalaya, Jendelaindo - Bantuan rehabilitasi ruang dan jamban diberikan kepada beberapa sekolah salah satu SMPN 2 Kadipaten melalui Dinas Pendidikan Kab Tasikmalaya, sumber anggarannya berasal dari Dana Alokasi Khusus ( DAK) TA 2020. Anggaran yang diperuntukkan rehabilitasi ruang kepada SMPN 2 tersebut mencapai kurang lebih Rp. 500.000.000 rupiah. 

Namun berdasarkan hasil sosial kontrol, ada beberapa konstruksi kayu bekas yang sedang disugu atau diserut diduga akan digunakan lagi. Dari hasil temuan itu, selanjutnya untuk memastikan konstruksi kayu bekas yang diduga akan dipakai lagi, kami tanyakan pekerja disana. " Betul pak, kayu bekas ini akan di pakai lagi, maklum masih bagus ", jelasnya. 

Sementara itu, untuk meminta keterangan terkait hal tersebut terhadap Kepala Sekolah, kebetulan Kepala Sekolah tidak ada ditempat. 

Selanjutnya, 01/09 /2020 mendatangi kantor Dinas Pendidikan Kab Tasikmalaya untuk meminta tanggapan dari H Nandang selaku Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK)  yang sekaligus menjabat Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kab Tasikmalaya, namun beliau tidak ada ditempat. 

Menindaklanjuti terkait hal tersebut, diwaktu yang berbeda 09/09/2020 menemui Jani selaku Kasi Sarana Prasarana Bidang SMP untuk dimintai keterangan. Menurutnya, perencanaan semua DAK atas dasar hasil verifikasi tahun sebelumnya berdasarkan sistem yang ditetapkan Kementerian, setelah itu munculah Permendikbud terkait Juknis DAK. Dan bersyukur, bulan Agustus kemarin DAK TA 2020 telah terealisasi / tersalurkan ke beberapa sekolah khususnya SMP setelah terhalang adanya covid19 ",ujar Jani. 

Masih dalam keterangannya, beliau menyampaikan,, " bahwa betul adanya laporan terkait hal tersebut sudah saya terima dari pa Kabid. Saya cek langsung ke lokasi bersama fasilitator karena fasilitator yang membuat perencanaan, serta benar adanya " konstruksi lama " diduga akan dipakai kembali ( namun itu masih MC 25 %, jadi bisa diganti karena Mutual Cek nya belum 100 %), terang Jani. 

" Dalam rehab tidak semuanya konstruksi harus diganti, tapi kalau semuanya itu harus diganti ya kita ganti semuanya. Saya sangat apresiasi tentang adanya laporan dari " rekan - rekan ", kita ingin dalam swakelola ini apalagi rehab harus bertahan selama 10 tahun, terkecuali terkena bencana,", lanjut Jani.

Wartawan : Prayudi
Lebih baru Lebih lama