Paket Misi Akan Perjuangkan Masyarakat yang Bebas

Manggarai Barat,NTT,Jendelaindo- Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat, Maria Geong dan Silverius Syukur atau yang disebut dengan Paket Misi, melakukan Deklarasi pada, Jumat (04/9/20) dilapangan Waekesambi, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Maria Geong dalam orasinya menyampaikan, Paket Misi memiliki komitmen untuk memperjuangkan masyarakat yang bebas, " kami memiliki ten fre (sepuluh kebebasan)" tegas Maria Geong dalam orasinya.

Bebas yang pertama yaitu bebas dari kemiskinan, Maria Geong menyampaikan. Mayoritas masyarakat hidup di Desa dan bekerja sebagai petani, dan hampir 50.000 mayarakat, hidup dibawah garis kemiskinan. Dengan pendapatan dibawah Rp.300.000 per bulan.

" Mayoritas masyarakat kita itu hidup di Desa, dan mereka bekerja sebagai petani. Hampir 50.000 masyarakat kita itu hidup dibawah garis kemiskinan, dengan pendapatan dibawah Rp.300.000 per bulan", jelas Maria Geong.

Lebih lanjut, Maria menjelaskan. Paket Misi akan memperjuangkan masyarakat yang bebas dari kemiskinan, karena tidak mungkin orang susah akan menangani pariwisata Premium, Pariwisata Internasional.

Bebas yang kedua yaitu, bebas dari kebodohan pengetahuan dan keterampilan. Sehingga paket misi memiliki komitemen untuk meningkatkan kualitas masyarakat dan juga kualitas guru-guru, dalam hal penghasilan. 

Bebas yang ketiga yaitu, bebas dari penyakit-penyakit inveksius. Maria menjelaskan, di Manggarai Barat, sering terjadi penyakit Malaria, Demam Berdara dan Rabies, yang sangat ditakuti oleh dunia Pariwisata. Sehingga menurut Maria Geong segala bentuk penyakit ini, harus bebaskan dari masyarakat.

Bebas ke empat yaitu, bebas dari Sampah. 

" Manggarai Barat, khususnya Labuan Bajo, kita selalu dicelah karena sampah. Kita harus komitmen untuk mengatasi persoalaan ini, agar persoalan sampah tidak lagi menjadi isu yang didengungkan untuk Labuan Bajo", jelas Maria Geong.

Bebas yang keliama adalah, bebas dari kesendirian.

" Freedom from solitude, empat setengah tahun saya berjalan keliling Manggarai Barat, masih banyak saudara-saudara kita yang dipasung, masih banyak janda dan duda yang belum mendapatkan pengakuan dan banyak anak yang masih terlantar yang merupakan tanggung jawab pemerintah", jelasnya.

Bebas yang ke enam adalah bebas dari kekerasan.

" Saya mau berkomitemen dengan para ibu-ibu, bahwa apa yang ibu-ibu perjuangkan tidak ada kekerasan terhadap perempuan dan anak, ini menjadi tanggung jawab kita. Save the women and save the children of the nation ", jelasnya

Bebas ke tujuh adalah bebas dari premanisme dab rentenir " Saya tahu banyak ibu-ibu yang sulit mengenai perekonomian dan mereka tercekam dengan persoalan hutang dan inilah menjadi komitmen kita", jelasnya.

Yang ke delapan mulai dari Pemerintahan.

" banyak yang katakan, Maria Geong anti Kontraktor. Saya tidak pernah anti dengan kontraktor, tetapi yang saya mau semua orang harus bekerja sesuai aturan dan tidak ada perbedaan, pengecualian",jelas Maria Geong.

Kesembilan adalah, kebebasan kealpaan dokumen-dokumen " Bapa ibu saya janji tidak akan ada lagi, orang-orang yang tidak memiliki Kartu Keluarga, KTP, Akte Kelahiran dan BPJS", ungkap Maria Geong.

Maria juga menjelaskan, karena banyaknya dokumen-dokumen yang alpa, mengakibatkan masyarakat banyak yang tidak mendapatkan hak-haknya seperti jaminan kesehatan, dan termasuk data-data kepemilikan atas tanah adat.

Kesepuluh adalah, bebas dari Isolasi 

" Saya tahu, masih banyak Desa yang belum di jangkau jalan-jalan, ada yang belum memiliki insfratuktur jalan, ada kampung yang masih gelap dan belum di aliri air, saya dan Silverius Syukur akan komitmen untuk berusaha mewujudkan kimitmen ini", jelas Maria Geong.

Diakhir orasinya, Maria Geong mengajak semua masyarakat yang hadir untuk berada bersama Paket Misi, melangkah bersama menglewati Pilkada, sampai dengan 9 Desember yang akan datang.

Wartawan : Alexandro

Lebih baru Lebih lama