Perbaikan Mesin Genset Selamatkan 45 Hektar Lahan Petani Desa Tambak Mas Dari Gagal Panen.


Magetan, Jendelaindo - Perbaikan mesin genset sumur dalam di desa Tambak Mas oleh Dinas PUPR menyelamatkan 45 hektar lahan pertanian warga. Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten  Magetan Yuli K Iswahyudi mengatakan, diawal tahun 2020 diesel yang digunakan untuk menyedot air mengalami kerusakan parah larena blok mesin jebol sehinga diesel tidakbisa beroperasi. 

“Troublenya sumur Tambak Mas tidka beroperasi karena mesin tidak diperbaiaki karena askruk menghantam blok, jebol,” ujarnya.

Karena sumur yang digunakan waga masih merupakan asset pemerintah daerah, warga desa kemudian mengajukan usulan perbaikan. Usulan yang disampaikan kepad Bupati Magetan kemudian ditindaklanjuti oleh Dinas PUPR Magetan. 

Juli menambahkan, karena mesin sumur di Desa Tambakmas tidak bisa digunakan lagi, Dinas PUPR kemudian menggeser mesin diesel yang digunakan di Desa Kedung Panji yang juga mengaami kerusakan. “Sumur dari kedung panji menggunakan listrik praktis genjetnya tidak dipakai.  

Sebelum digeser dilakukan over houl, karena mesin bisa nyala tapi tidak bisa dimatikan, “imbuhnya.
Uji coba mesin yang dilakukan Sabtu (26/9/2020) ternyata berhasil mengalirkan kembali air untuk pertanian di Desa Tambak Mas. Mengalirnya sir umur dalam menyelamatan 45 hektar tanaman pertanian warga berupa kacang, jeruk dan tebu yang terancam gagal panen. 

Tahun 2020 DInas PUPR mentargetkan perbaiakn di 9 sumur air dalam yang digunakan untuk mengairi sawah para petani mengingat saat ni merupakan musim kemarau yang membuat petnai sangat bergantung kepada pengairan dari sumur dalam. Dinas PUPR entargetkan penyelasiaan permasalah sumur air dalam diselesaikan selama 1 minggu mengingat pentingnya peran pengairan dari sumur dalam yang beroperasi. 

Juli berharap pengeleola sumur air dalam bisa melaksanakan oeprasional sesuai dengan standar yag berlaku sehingga mesin sumur tidak cepat rusak. Menurutnya operasional mesin diesel sumur harus extra dimana operator harus menjaga pemeliharaannya  mesin serta memperhatikan jam operasional mesin.” Operasional mesin seharus 7 jam operasi 1 jam istirahat. Terkadang petani tidak mau dihentikan 1 jam karena begitu berhenti air di salauran mengering dan butuh waktu mengisi, tetapi kita anjurkan maskimal 7 jam operasinya,” ucapnya.

Wartawan : Aries
Lebih baru Lebih lama