JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Di Kelas Kreatif Tegal UMKM Bangkit, Jumadi Minta UMKM Bangun Branding 


Tegal,Jendelaindo - Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) diminta untuk membanguun branding produk unggulan mereka sehingga lebih laku di pasar.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi, S.T., M.M., saat menjadi narasumber Kelas Kreatif Tegal UMKM Bangkit yang mengambil tema from Local to Global, Kamis (22/10) di Hotel Karlita Tegal. 


Jumadi mencontohkan "Intip” yang terbuat dari nasi yang gosong apabila dibranding maka akan menambah nilai jual. Apabila ke mall besar maka akan ditemukan produk "rice crackers". "Produk itu sebenarnya "Intip" yang dibranding," kata Jumadi. 


Jumadi menuturkan Warteg dari Kota Tegal yang sudah menjadi brand diharapkan dapat membangkitkan ekonomi kreatif Kota Tegal. Menurut Jumadi, WARTEG juga merupakan akronim dari Wish All Regions (country) Think & talk Export from TeGal. Dengan akronimi tersebut, diharapkan bisa menjadi New Hope atau harapan baru.


“Apa Itu, Wish All Regions (country) Think & talk Export from TeGal. Pemkot Tegal mendorong agar UMKM terus tumbuh. Saya berharap pemerintah pusat mendorong agar pelaku UMKM di Kota Tegal dapat mengekspor produknya. Apalagi produk UMKM seperti Wedang Uwuh yang di ekspor ke Jepang, Singapura hingga ke negara-negara Asia, termasuk sarung goyor khas Tegal,” jelas Jumadi. 


Pada kesempatan tersebut Jumadi siap mempromosikan produkUMKM lokal. “Misalnya, dibuatkan space diruang kerja. Jadi apabila ada tamu yang datang bisa langsung mempromosikan produk UMKM Kota Tegal,” tuturnya. 


Selain itu, Jumadi menceritakan, saat menjadi narasumber dalam pertemuan virtual usaha skala internasional membahas peningkatan perkembangan perekonomian dan pembangunan Kota Tegal, Jumadi memaparkan tentang WARTEG. Hasilnya pengusaha dari berbagai negara tertarik menjadi investor di Kota Tegal.


Sementara itu, Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Yuana Rochma Astuti, mengatakan Presiden Jokowi telah mengeluarkan kebijakan untuk membantu UMKM melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia. Tujuan gerakan itu, kata Yuana, pemerintah yakin bahwa pertumbuhan ekonomi harus tetap berjalan masa pandemi. 


“Semua Kementerian turun membantu UMKM, salah satunya Kemenparekraf melalui Program Beli Kreatif Lokal karena UMKM menjadi tumpuan dimasa pandemi Covid-19,” ujar Yuana.


Pemerintah tidak membiarkan  pelaku UMKM untuk berjuang sendiri. Yuana menuturkan, melalui kelas kreatif Tegal ini diharapkan mampu meningkatkan packaging, pemasaran dengan platform market place dan sebagainya. 


Disinggung produk UMKM Kota Tegal, Yuana merasa bangga dan kagum. Sebab, Yuana baru mengetahui bahwa banyak produk UMKM Tegal yang dihasilkan dengan kualitas bagus. 


Kepala OJK Tegal Ludy Arianto menambahkan, pemerintah terus berusaha untuk memajukan UMKM. Kondisi pandemi ini, Ludy meminta UMKM terus berproduksi dan berkarya. 


Ludy menambahkan produk UMKM Tegal bagus dan murah karena membeli langsung di sumbernya. Untuk itu, kata Ludy, pihanya membuat platform untuk memperpendek rantai distribusi. OJK telah membuat platform umkmbangkit.id untuk pengembangan UMKM di Jawa Tengah. 


"Platfom ini terkoneksi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di 35 Kab/Kota. Platfom ini (umkmbangkit.id) rumah digital untuk pelaku UMKM," ungkap Ludy.


Sementara itu, kegiatan Kelas Kreatif Tegal UMKM Bangkit: from Local to Global diikuti sejumlah pelaku UMKM di Kota Bahari. 

Red/ Sholeh

Lebih baru Lebih lama