JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Di Peringatan Hari Santri, Dedy Yon Sayangkan Unjuk Rasa Anarki

 

Tegal,Jendelaindo – Wali Kota Tegal H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M menyayangkan aksi unjuk rasa yang dilakukan dengan cara-cara anarki dan vandalis yang terjadi baru-baru ini.


Dedy Yon meyakini masyarakat Kota Tegal masih memiliki jiwa santri yang mampu mencerna segala fenomena sosial dan politik secara jernih. Bahkan mampu mengendalikan diri secara proporsional.
“Saya juga yakin masyarakat yang masih memiliki jiwa santri mampu mencerna segala fenomena sosial dan politik secara jernih, serta mampu mengendalikan diri secara proporsional. Hal ini penting saya sampaikan, mengingat beberapa waktu lalu di kota Tegal ada kejadian yang tak elok, saat unjuk rasa menolak undang-undang cipta kerja,” tutur Dedy Yon saat menjadi Inspektur Upacara pada Upacara Peringatan Hari Santri Ke-5 Kota Tegal, di GOR Wisanggeni, Kamis (22/10).


Menurut Dedy Yon, di alam demokrasi seperti sekarang ini aksi unjuk rasa adalah sebuah hal yang biasa. Bahkan kebebasan untuk menyatakan pendapat di depan umum telah dijamin oleh Undang-Undang. Sehingga tidak ada salahnya anggota masyarakat melakukan unjuk rasa. Meskipun sesungguhnya unjuk rasa di muka umum adalah jalan terakhir yang bisa ditempuh, setelah sekian banyak jalur komunikasi gagal dilakukan. Namun demonstrasi disertai aksi anarkis dan vandalism sangat disayangkan oleh Wali Kota.
“Akan tetapi jika unjuk rasa itu diwarnai dengan aksi anarkisme dan vandalisme, tentu sangat kita sayangkan. Karena selain mencederai demokrasi, ia juga merugikan masyarakat,” tegas Dedy Yon.


Ia menyampaikan, akibat aksi tersebut fasilitas negara dan fasilitas umum yang rusak harus diperbaiki atau diganti. Aktifitas ekonomi masyarakat pun sering terganggu. dan masih banyak lagi dampak lainnya. Belum lagi stigma buruk yang terbangun bagi wilayahnya.


“Saya berharap kita semua, terutama yang memiliki jiwa santri agar bisa saling menjaga dan saling menghargai hak-hak kemanusiaan orang lain. Agar tidak terjadi hal-hal negatif di Lingkungan kita,” harap Dedy Yon.

Red/ Sholeh

Lebih baru Lebih lama