JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Jumadi : Boleh Kembali Dagang Asal Patuh Protkes


 



Tegal, Jendelaindo – Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi, S.T., M.M., menegaskan kepada para pedagang yang biasa berjualan di Kawasan Lapangan Tegal Selatan untuk patuh melaksanakan Protokol Kesehatan (protkes) jika ingin kembali menjajakan dagangannya di kawasan tersebut.

Hal itu disampaikan Jumadi saat berdialog sekaligus memantau langsung kesiapan Protokol Kesehatan para pedagang di Kawasan Lapangan Kecamatan Tegal Selatan, Kamis (15/10) sore. Jumadi yang didampingi Wakil Ketua Tim Penggerak PKK, Dyah Probondari dan Camat Tegal Selatan Sartono Eko Saputro, menegaskan kepada pedagang agar patuh melaksanakan protkes dengan mengenakan masker, _faceshield_ hingga menyediakan tempat cuci tangan di lapak dagangannya.

Tidak hanya itu, dirinya juga meminta seluruh pedagang sekaligus menjadi relawan mandiri Covid-19 untuk mengingatkan pembeli maupun pedagang lain yang belum melaksanakan Protokol Kesehatan.

“Selain taat pada diri sendiri, pedagang tentu harus juga menjadi Relawan mandiri Covid-19 dengan selalu mengingatkan pembeli atau pedagang lain yang belum patuh protokol kesehatan,” pinta Jumadi.

Jumadi menegaskan jika pedagang tidak juga sanggup melaksanakan komitmen tersebut, maka Kawasan Lapangan Tegal Selatan tidak akan boleh berdagang.

Jumadi kemudian menyampaikan bahwa Pemkot Tegal tanggal 25 Oktober mendatang akan menggelar rapat evaluasi terkait rencana pembukaan kembali pada bidang usaha yang selama ini di tutup. Karena itu menurutnya tidak menutup kemungkinan Kawasan Lapangan Tegal Selatan akan dibuka kembali untuk berdagang. Syaratnya asal semua siap dan komitmen melaksanakan protkes.

Sementara itu, Camat Tegal Selatan Sartono Eko Saputro menyampaikan di seputar Kawasan Lapangan Tegal Selatan terdapat 52 pedagang yang biasa berjualan. Sartono menegaskan bahwa, pihaknya tidak melarang mereka berjualan hanya saja tidak boleh di Kawasan Lapangan Tegal Selatan.

“Bukan kami melarang berdagang, boleh berdagang namun sementara tidak di Kawasan Lapangan Tegal Selatan,” ucapnya.

Dijelaskan Sartono pihaknya bersama pedagang saat ini telah mencapai kesepakatan untuk melaksanakan Protkes secara lebih ketat jika ingin kembali di seputar Lapangan Tegal Selatan.

“Memakai masker, menyediakan cuci tangan, jaga jarak antar lapak hingga pemasangan stiker himbauan patuh protokol kesehatan menjadi syarat wajib bagi pedagang,” ungkap Sartono.

Dirinya berharap seluruh pedagang dapat benar-benar mematuhi protkes seperti yang selama ini terus dikampanyekan Pemkot Tegal dalam rangka memutus rantai penularan Covid-19 di Kota Tegal. 


Red/ Sholeh

Lebih baru Lebih lama