Masuk Zona Kuning , Kota Tasikmalaya " gencarkan " SWAB



Kota Tasikmalaya, jendelaindo - Covid19 Kota Tasikmalaya Jabar yang terkonfirmasi positif PCR dari awal sampai saat ini sebanyak 325 orang. 
Ditemui diruang kerjanya 14/10/2020 dr Uus Supangat Jubir Gugus Tugas Covid19 Kota Tasikmalaya Jabar menyampaikan " pasien dirawat atau karantina yang aktif terkonfirmasi sebanyak 156 orang, ditambah meninggal sebanyak 11 orang. Dari kontak erat, suspek dan pordable yang menjalani isolasi lebih banyak lagi. Adanya pasien yang sudah terkonfirmasi positif PCR langsung dirawat baik yang simpelmatik ataupun asimplematik, asimplematik kita rawat untuk menghindari terhadap klaster keluarga ", terangnya. 
" Dalam beberapa minggu lalu, untuk penambahan rawat atau ruang isolasi, RSUD telah menambahkan ruangan dan rusunawa pun telah diaktifkan kembali bahkan RS Swasta lain menawarkan untuk penambahan ruang isolasi supaya betul - betul tercukupi ruangan isolasinya ".
Selanjutnya Uus menambahkan terkait tes SWAB yang saat ini telah dilaksanakan SWAB dibeberapa daerah. Kota Tasikmalaya saat ini trend positif Covid19 masih naik kasusnya dan menyebar ke seluruh kecamatan, namun yang terkonfirmasi positif hanya dibeberapa Kelurahan saja. Maka dari itu, tes tracing terus dilakukan agar dapat terealisasi untuk pengembangan laboratorium kesehatan daerah yang kita miliki, supaya alat dapat ditempatkan di laboratorium satu alat PCR sehingga dalam menjalankan tes lebih cepat serta hasilnya akan sangat mendukung terhadap kecepatan penegakan diagnosistik, pemulangan pasien dan hasil kepastian tespun sangat mendukung pula untuk pemeriksaan SWAB ini, pungkasnya. 
Adanya tren penambahan positif Covid19, Kota Tasikmalaya masuk dalam zona kuning. 
Penilaian zona harus diwaspadai untuk tidak turunnya ke zona oranye namun dari hasil perhitungan mudah - mudahan kasusnya akan terus menurun. 
" keterkaitan perhitungan zona kuning sesuai perhitungan kita didaerah, namun perhitungan mengenai zona harus melalui data hitungan provinsi, pusat serta variablenya kita hitung bersama, namun juga tidak menutup kemungkinan pastinya ada perbedaan perhitungan ", jelas dr Uus. 
Beredarnya dimasyarakat bahwa Kota Tasikmalaya akan berlakukan PSBB, dr Uus Supangat menjelaskan " bukannya mengabaikan PSBB, penetapan PSBB mesti harus adanya perhitungan - perhitungan. Diam halo ini, kenaikan positif Covid19 tidak setajam satu atau dua minggu kebelakang yang tren kenaikkannya mencapai 20 orang. Penetapan PSBB tentu kebijakannya ada di Gugus Tugas ", ujarnya. 
Penggalaan tes SWAB masih terus dilakukan, SWAB saat ini diprioritaskan terutama yang kontak erat dan pasien terkonfirmasi positif PCR. Dengan demikian, kita lakukan tes tracing terlebih dahulu dan setelahnya baru dilakukan tes SWAB. Untuk tes SWAB kita target sebanyak hitungan ideal sebesar 1% dari jumlah penduduk. Pungkas dr Uus.

Wartawan : Prayudi
Lebih baru Lebih lama