JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Warga Desa Bangka Kempo Mendesak Pemda Matim Bangun Sekolah di Desanya

Manggarai Timur, JendelaIndo -Desa Bangka Kempo Kempo, Kecamatan Rana Mese, kabupaten Manggarai Timur, Semenjak tahun 2008 silam, hingga kini, belum memiliki sekolah dasar.

Bangka kempo, adalah Desa pemekaran dari Desa Golo Rutuk pada tahun 2008 silam. Desa yang kini dipimpin oleh Antonius Palon tersebut belum memiliki sekolah dasar, demikian kata Antonius Palon, selaku kepala desa Bangka kempo kepada media ini, saat dijumpai media dikediamannya. Rabu/28/20.

Dikatakannya, adapun sarana pendidikan di desanya berupa Pendidikan anak usia dini(PAUD), sekolah paud tersebut menyebar di tiga dusun, yakni paud Tagang, Paud Rauing dan paud Pinis. 

" Setiap tahunnya, anak anak yang tamat dari sekolah paud di tiga dusun di desa ini tentu banyak dan memenuhi syarat untuk pemerintah kabupaten bangun sekolah dasar di desa kami", ujarnya. 

Hingga saat ini, warganya yang masih belajar di jenjang pendidikan sekolah dasar masih menempuh jarak 3 sampai 4 kilo meter berjalan kaki untuk menuntut ilmu di desa lain. Seperti desa wae Nggori dan desa Golo Rutuk.

Dirinya mengaku bahwa tidak jarang kerinduannya untuk menghadirkan lembaga pendidikan sekolah dasar ini sering ia sampaikan kepada anggota DPRD kabupaten dan pemerintah kabupaten. Namun, hal itu belum mendapatkan hasil. 

Terkait kesiapan warga desa untuk menerima kehadiran lembaga pendidikan sekolah dasar, Tetua ada (tua gendang) Sorong,Markus Mus(62) kepada media ini mengatakan pihak pemangku adat gendang Rating bersama warga desa telah menyerahkan tanah kurang lebih 4 hekto are. 

"Dari pihak gendang dengan warga sudah menyerahkan lahan yang tidak jauh dari kantor desa , tujuannya untuk pemerintah bisa bangun sekolah di desa Bangka kempo,"  ungkap Markus.

"Hingga saat ini, pemerintah belum pernah menyinggung bantuan berupa pembangunan sekolah dasar"

Dirinya sangat berharap agar pemerintah kabupaten Manggarai timur melalui dinas pendidikan, pemuda dan olah raga segerah mengakomodir pe.bangunan sekolah tersebut. 

Terpisah melalui telpon selular, Basilius teto, selaku kepala dinas pendidikan, pemuda dan olah raga kabupatenanggarai timur membenarkan hal tersebut. 

" Untuk menindak lanjuti itu, nanti kita turun lokasi untuk diselidiki nanti , apakah memenuhi syarat atau tidak", ungkap Kadis Teto.

Terpantau media, untuk menempuh jarak 4 kilo meter menuju sekolah dasar Rentung Golo Rutuk, siswa siswi asal desa Bangka kempo berjalan kaki. 

Kehadiran sekolah dasar di desa Bangka kempo merupakan salah satu mimpi besar kepala desa dan dan masyarakat sangat antusias warga untuk menerimah lembaga pendidikan sekolah dasar. 

Sejumlah 4 hekto are lahan dari tanah adat gendang Sorong telah diserahkan kepada pemerintah kabupaten Manggarai timur. Dengan harapan pemerintah segerah mungkin mendirikan lembaga memanusiakan manusia di desa itu.

Wartawan : Iren Antus
Lebih baru Lebih lama