JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Speed Boat Mati Mesin di Perairan Pulau Besar, Basarnas Maumere Gerak Cepat Evakuasi 9 Penumpang

Maumere, NTT, Jendelaindo- Speed Boat Puskesmas Pemana, rute Pemana – Maumere alami mati mesin pada pukul 12.45 Wita di perairan Pulau Besar, Maumere Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam kejadian tersebut Speed Boat membawa sembilan orang penumpamg.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere yang menerima laporan dari Mihar berupa satu buah speed boat Puskesmas Pemana mengalami mati mesin di Perairan Pulau Besar – Maumere Kab. Sikka dengan jarak 9,78 NM dari Pelabuhan Wuring, bergerak cepat menyambangi lokasi Speed Boat yang mengalami kerusakan pada mesin tersebut.

Berdsarkan informasi yang dihimpun Jendelaindonews. Berikut kronologi kejadian.

Speed Boat Puskesmas Pemana, ketika berlabu di perairan Pulau Besar pada Pukul 12.45 Wita, mengalami mati mesin. Kantor pencarian dan Pertolongan Maumere yang menerim laporan sekitar Pukul 14.40 Wita langsung melaksanakan koordinasi dengan instansi potensi SAR yang ada di Maumere yaitu, Lanal Maumere, Polair Polda NTT dan keluarga korban. Pada pukul 15.00 Wita tim Rescue Basarnas Maumere berjumlah lima orang menuju lokasi kejadian dengan menggunakan satu unit RIB 500 PK Basarnas Maumere yang telah dilengkapi Palsar Air dan APD lengkap guna melaksanakan Operasi SAR sesuai anjuran penanganan pencegahan Covid 19 dan diperkirakan tiba 30 menit dengan jarak 9,78 NM

Pukul 15.31 Wita tim Rescue Basarnas Maumere tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan proses evakuasi terhadap tujuh orang penumpang speed boat Puskesmas Pemana. Penumpang Speed Boat dipindahkan ke RIB Basarnas Maumere untuk selanjutnya dibawa menuju pelabuhan L-Say Maumere sedangkan dua penumpang lainnya yaitu Nahkoda dan ABK speed boat Puskesmas Pemana tetap standby di speed boat, yang kemudian akan ditarik oleh perahu nelayan untuk kembali ke Pulau Pemana. 

Pada pukul 15.59 Wita tim Rescue Basarnas Maumere dengan menggunakan RIB tiba sandar aman di Pelabuhan L-Say Maumere dan selanjutnya ketujuh penumpang yang berhasil dievakuasi di serahkan ke pihak keluarga dalam keadaan selamat. Sedangkan dua penumpang lainnya yaitu Nahkoda dan ABK yang masih on board di speed boat yang ditarik oleh perahu Nelayan pada pukul 17.00 Wita tiba sandar aman di Pelabuhan Pulau Rakyat Pemana dalam keadaan selamat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, I Putu Sudayana, S.E., M.AP. yang bertindak selaku SMC menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh tim Rescuse Basarnas Maumere yang menjalankan tugas dengan baik 

“Saya mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada tim Rescue Basarnas Maumere yang telah sigap dalam melaksanakan Operasi SAR hari ini sehingga Korban dapat dievakuasi dengan selamat ke Pelabuhan L-Say Maumere. Serta terima kasih kepada potensi SAR maupun keluarga korban yang telah membantu dalam pelaksanaan Operasi SAR sehingga semuanya berjalan dengan lancar dan aman. Semoga Operasi SAR ini yang merupakan salah satu bentuk misi kemanusiaan mendapatkan Pahala yang besar dari Tuhan yang Maha Esa”. Ungkap I Putu Sudayana.


Wartawan : Alexandro
Lebih baru Lebih lama