JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Kurangnya Perhatian Pemerintah, Kampung Baru Labuan Bajo di Penuhi Sampah



Labuan Bajo, Jendelaindo.com- Kampung Baru, Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat dipenuhi tumpukan sampah.

Pantauan media pada minggu 06 Desember 2020, sampah jenis pelastik berserakan ditepi pantai dan kolong jembatan.

Mr. Sedrick (45), asal Perancis yang kini sudah 3 tahun menetap di Labuan Bajo dan menjadi warga Mabar tepatnya di Kampung Baru, mengaku kesal dengan kondisi kampung Baru saat ini.

Sampah di kampung Baru itu, kata Dia, tidak terurus. Selama ini, pihaknya hanya membuang sampah pada tempat sampah yang disediakannya sendiri. Namun hanya karena cepat penuh dan tidak ada yang angkat langsung ke tempat pengumpulan sampah umum, sampah-sampah itu dibiarkan seperti itu, tukas Dia.

Pemerintah harusnya peka. Untuk penanganan sampah harusnya menjadi hal utama. Jangan biarkan hal ini terus terjadi. Labuan Bajo setiap hari banyak pengunjung. Apalah artinya daerah wisata super premium kalau urusan sampah tidak terurus, Sedrick menambah.

Labuan Bajo hari ini masalah besarnya adalah sampah. Dan lebih dominan sampah plastik. Harusnya pemerintah siapkan wadah khusus. Bagaimana tamu-tamu yang datang bisa berenang. Air laut saja dipenuhi sampah. Bahkan ada perahu motor yang rusak dibiarkan begitu saja. Saya melihat pemerintah tidak serius menghadapi persoalan ini, tandas Sedrich

Bagaimana masyarakat Labuan Bajo khususnya di daerah pesisir bisa mancing ikan. Rata-rata pantai di Labuan Bajo hari ini dipenuhi tumpukan sampah. Yang ada nantinya, pancingannya akan sangkut dengan plastik yang dibuang sembarangan itu. Cobalah berpikir untuk jangka panjang. Harusnya pemerintah siapkan wadah dan sekalian tenaga pengangkut sampah. Siapkan truk khusus. Dan buat peraturan yang jelas. Bila perlu diharuskan kepada masyarakat untuk wajib bayar untuk mengatasi masalah sampah ini, ungkap Sedrick

Kepada masyarakat Labuan Bajo, Sedrick mengharapkan untuk bersama-sama mengatasi persoalan sampah ini. Mari saling beredukasi biar persoalan ini cepat usai, tutup Sedrick

Senada, Aria, pemuda asli lombok. Karyawan Labohome, juga menyoroti sikap Pemda yang dinilai apatis dengan persoalan sampah di Manggarai Barat. 

Menurut Aria, pihaknya mengaku kesal lantas sampah-sampah yang di buang di warga pada wadah yang sudah disediakan justru dibirkan begitu saja. Kalau seandainya pemerintah siapkan tenaga khusus pasti akan teratasi. Bila perlu, mereka-mereka yang mengangkat sampah itu digaji. Dengan cara itu, Labuan Bajo khsus daerah pesisir pasti akan bebas dari masalah sampah, tukas Aria

Iren Antus
Lebih baru Lebih lama