JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Salesius Medi dan Kristin Carvalo Saling memaafkan



Manggarai Timur, Jendelaindo.com- Belum lama ini, media sosial ramai perdebatkan permasalahan antara anggota DPRD fraksi PDIP Matim, ' Salesius Medi' dengan Petugas kesehatan di UPTD Puskesmas Borong,  'Kristin Carvalo'.

Keduanya saling lapor di Polres Manggarai Timur. Namun hari ini, persoalan itu sudah menemukan titik terang. Keduanya melaksanakan mediasi atau cara perdamaian yang difasilitasi oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) NTT. Bertempat di Polres manggarai Timur, Borong, NTT. Selasa/08/12/2020.

Dalam kesempatan tersebut, Kristin Carvallo mengucapkan permohonan maaf kepada Salesius Medi, anggota DPRD Manggarai Timur, atas kejadian yang terjadi pada tanggal 6 November lalu.

"Atas kejadian yang telah terjadi di Puskesma Borong pada tanggal 6 November lalu, saya mengucapkan permohonan maaf kepada Bapak Sales Medi", tandas Kristin

Senada dengan itu, Anggota Dewan fraksi PDIP 'Sales Medi', menyatakan dari hati yang paling dalam baik, sebagai pribadi dan sebagai orang tua mewakili masyarakat di Manggarai Timur saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian itu.

Lanjut Dia, Sesungguhnya, persoalan itu terjadi karena miskomunikasi antara dirinya dan Kristin. Namun pemberitaan-pemberitaan telah mengiring opini publik sehingga selaku politisi dirugikan.Tetapi, lebih jauh dari itu, harapan saya masalah ini kita akhiri hari ini dan di sini.  “Saya pribadi menerima dengan hati terbuka,” katanya.

"Saya tidak mau, persoalan ini dimanfaatkan oleh pihak demi kepentingan", tegas Medi

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua PPNI NTT, Aemilianus Mau. Dalam kesempatan itu, Aemilianus mengucapkan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Terlebih khususnya semua pihak yang sudah direpotkan. Pihaknya memohon kerendahan hati Sales Medi dan Kristin Carvallo, untuk saling memaafkan apalagi keduanya merupakan orang penting dalam hal pembangunan dan pelayanan masyarakat Kabupaten Manggarai Timur.

Senada dengan Ketua PPNI NTT, Marselis Sarimin Karong, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Manggarai Timur, mengucapkan hal yang sama. Ia menjelaskan, momen mediasi hari ini merupakan bagian paling penting untuk pembangunan Kabupaten Manggarai Timur di masa mendatang.

“Jangan lagi kembali ke belakang apalagi melihat siapa yang benar dan siapa yang salah. Mari kita melangkah ke depan, karena masih ada yang lebih penting untuk kepentingan masyarakat banyak,” ungkap Mantan Kapolres Manggarai tersebut.

Aleksius M. Adu, SH, Kuasa hukum Salesius Medi, mengatakan, pihaknya sangat bangga dengan hati besar cliennya Sales Medi. Dimana pada kesempatan ini, Clien saya menerima permintaan maaf dari ibu Kristin, tandas Aleksius

"Saya lebih suka perdamaian. Harapan saya, publik yang selama ini sering memperdebatkan hal ini di media sosial, untuk tidak membahas lagi hal tersebut", Aleksisus menambah.

"Pada kesempatan ini juga, saya menyampaikan terima kasih kepada pihak Polres Matim, Kasat reskrim Polres Matim yang sudah menyediakan tempat untuk mediasi dan perdamaian", tutup Aleksius

Terpantau media ini, mediasi antara kedua pihak tersebut ditutup dengan penandatanganan berita acara. Perdamaian antara kedua belah pihak dan para saksi, kemudian dilanjutkan dengan acara adat “kepok tuak” permohonan maaf dari pihak PPNI Manggarai Timur yang diterima secara langsung oleh Sales Medi mewakili pribadi, Kader Parta dan lembaga dewan. Semuannya berlangsung aman, tenteram dan damai.

 iren Antus
Lebih baru Lebih lama