JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Dari 90 Milyar Menjadi 260 Milyar,Anggaran Tuntaskan Kemiskinan Kuningan


Kuningan,Jendelaindo - 
Anggaran yang berawal 90 milyar kini menjadi 260 milyar,guna mempercepat proses penanggulangan kemiskinan di Kuningan. 

Ditemui di kantor Pemkab pada hari selasa 9 february 2021,Dian Rachmat Yanuar selaku sekertaris daerah Kuningan menyampaikan,"setelah 11 SKPD dirangkum, untuk 2021 anggaran kemiskinan sekitar Rp260 miliar,Jumlah tersebut akumulasi dari anggaran langsung dan tidak langsung". 

"Untuk itu,semua element SKPD yang terkait harus solid,kita fokus ke bagian bagian yang mengakibatkan kemiskinan dan juga program program yang akan di laksanakan harus efektif,yang sekiranya program program yang tidak menyentuh dan tidak dirasakan langsung oleh masyarakat jangan di prioritaskan",ungkapnya 

"Bagi semua pihak yang terkait dan mempunyai kepentingan jangnlah mengedepankan ego,semua bersinergi fokus betul-betul mengarah ke kantong-kantong kemiskinan, fokus dan amati ke daerah-daerah, dari satu ke daerah yang lain dan di teruskan satu desa ke desa lain,karna satu daerah dan satu desa permasalahan kemiskinan nya tidak akan sama dengan daerah dan desa lainnya," ungkapnya. 

"Semua yang terkait baik itu Pemda,legislatif dan semua akademis mendiskusikan permasalahan ini dibutuhkan kurang lebih 10 hari untuk mendiskusikan masalah ini,kita menerima  masukan dan penilaian dari Gubernur itu sebuah pil pahit,dan semoga pil pahit itu bisa menyembuhkan" tuturnya  lagi 

Kemudian Dian juga menambahkan,"Sebagian besar yang mengalami kemiskinan itu adalah petani dan 30% nya adalah pekerja perantau disektor informal,dapat di pastikan merekalah yang terkena imbasnya dengan adanya pembatasan sosial ekonomi,untuk itu supaya program ini bisa tercapai dengan epektif, pihak kita mesinkronkan data dengan Dinas Dinas terkait terutama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian karna Berkaitan bawha Kuningan termasuk 4 besar surplusnya",pungkasnya. 

Wartawan : Dadan Sundani
Lebih baru Lebih lama