JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Dijenguk Idza, Rifna Akhirnya Dirujuk ke RSUD

 


Brebes,Jendelaindo - Seorang siswa SMK di Brebes, Rifna Miladianur yang menjadi korban penyiraman air keras orang tak dikenal akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes. Usai dijenguk Bupati Brebes H Idza Priyanti SE MH di kediamannya Desa Sisalam, Kecamatan Wanasari, Kamis (18/3).


"Memang kondisinya sangat memprihatinkan, makanya kami merujuknya ke RSUD Brebes untuk pengobatan lebih lanjut," tutur Idza. 


Idza mengatakan, sesuai Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2012 tentang Perlindungan Anak, Pemerintah Kabupaten Brebes datang dan merespon untuk memberikan perlindungan, baik secara kesehatan maupun hukum.


"Ternyata kejadiannya sejak Januari, namun kami belum tahu persis kejadian tersebut. Karena masih trauma kami bujuk, alhamdulillah sudah dirawat di RSUD Brebes," ucapnya.


Idza berpesan, kepada pihak RSUD agar ditangani dengan hati-hati, karena luka akibat penyiraman yang diduga air keras menyebabkan sebagian tubuhnya melepuh dan tidak mampu bergerak. Dia juga memastikan biaya pengobatan grastis.


"Untuk tindakan hukum, saya memerintahkan pihak kepolisian untuk melakukan upaya penyelidikan dan pelaku dapat diadili," tandasnya.


Wakil Direktur Pelayanan RSUD Brebes, dr Aries Suparmiyati mengatakan, analisa diduga air keras dan kemungkinan luka bakar lumanyan berat, karena sejak dirawat di rumah belum ada tanda-tanda pemulihan.


"Korban akan ditangani oleh dokter spesialis bedah dan psikoterapi yang ada di RSUD Brebes," tuturnya.


Lanjut dr Aries Suparmiyati, pihaknya akan memberikan pelayanan terbaik, dengan harapan korban bisa sembuh dan kembali beraktifitas.


Sementara itu, Kapolsek Wanasari AKP Mulyono mengatakan, korban merupakan penjual kosmetik secara online, awalnya janjian dengan calon pembelinya yang memesan barang jualannya untuk cash on delivery (COD) di sebuah tempat pada Januari 2021 lalu.


Saat itu, lokasinya tak jauh dari lokasi kediamannya. Karena sampai lokasi tak ditemui calon pembelinya, korban kemudian pulang dengan mengendarai sepeda motor.


"Saat sampai di lokasi, korban tidak ketemu calon pembelinya, akhirnya pulang. Di tengah perjalanan pulang, ia disiram dengan air keras orang tak dikenal, yang mengendarai sepeda motor," jelasnya.


Mulyono mengatakan, kasus ini sedang dalam proses penyelidikan dan beberapa saksi telah dipanggil untuk dimintai keterangannya.


"Polisi telah memanggil dan memintai keterangan beberapa orang saksi dalam kasus ini," pungkasnya. 


Red/Tim

Lebih baru Lebih lama