JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Seluruh Dewan Telah Tervaksin, Ketua DPRD Kota Blitar dr Syahrul Harap Herd Immunity Segera Terbentuk

 


Blitar, Jendelaindo - Seluruh anggota DPRD Kota Blitar telah melakukan vaksinasi Covid-19. Dari vaksinasi itu tidak ditemukan gejala efek samping pada ke-25 anggota dewan dan semuanya berjalan sukses.
Ketua DPRD Kota Blitar, dr Syahrul Alim mengungkapkan selain anggota dewan para pegawai di sekretariat sebanyak 90 orang juga diwajibkan di vaksin. Mengingat pekerjaan mereka yang berhubungan langsung dengan masyarakat menyerap aspirasi maka perlu di vaksin pertama kali.
“Sebanyak 25 anggota DPRD Kota Blitar dan pegawai sekretariat semua sudah di vaksin suntik 1 kali 2 minggu lalu. Nanti minggu depan ini sudah semuanya ter vaksin untuk suntik yang kedua. Bila sudah 2 kali disuntik kekebalan kita terhadap virus covid-19 semakin maksimal dan kuat,” ungkap dr Syahrul Alim saat dihubungi Sabtu (13/3/2021).
Syahrul menerangkan tujuan vaksinasi ini adalah menciptakan herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus. Dengan demikian semakin banyak kelompok masyarakat yang di vaksin maka virus akan sulit masuk. Lama kelamaan virus akan hilang sendirinya bila banyak kelompok yang sudah kebal.
“Harapan kita herd immunity segera terbentuk di Kota Blitar dengan vaksin massal. Dengan demikian ekonomi akan kembali pulih dengan orang kembali aktivitas normal. Maka kita semua harus merespons baik jangan sampai menolak untuk di vaksin,” imbau dokter yang juga ketua DPC PDIP Kota Blitar ini.
Dari pengamatannya dari seluruh anggota dewan yang disuntik vaksin tidak menimbulkan efek samping merugikan atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Rata-rata mereka hanya merasakan sedikit meriang usai disuntik, mengantuk, dan merasa lapar usai disuntik vaksin.
“Waktu disuntik hanya terasa seperti digigit nyamuk, setelahnya kalau merasa sedikit meriang, ngantuk dan laper itu adalah normal bukan termasuk KIPI. Besoknya sudah enak kembali bahkan merasa lebih percaya diri usai divaksin. Jadi bukan alasan lagi menolak untuk di vaksin,” tandasnya.Red/Tim
Lebih baru Lebih lama