JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Banjir Masih Menggenangi Tiga Desa di Kecamatan Trumon Tengah


Jendelaindonews - Banjir yang terjadi di Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh masih menggenang hingga hari ini, Jumat (21/5).


Menurut laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan, banjir yang terjadi pada Rabu (12/5) lalu dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi dan menyebabkan meluapnya air Sungai Gelombang. 

Banjir merendam sejumlah titik di Kecamatan Trumon Tengah, yaitu Gampong Lhok Raya, Gampong Cot Bayu, dan Gampong Padang Harapan.


Akibatnya, 93 kk atau 392 jiwa terdampak dengan rincian 45 kk/195 Jiwa di Gampong  Lhok Raya, 17 kk/57 jiwa di Gampong Cot Bayu, dan 31 kk/140 jiwa di Gampong Padang Harapan. 


Sementara itu, 11 jiwa diantaranya dilaporkan harus mengungsi di Posko Batalyon C.


Pusdalops BPBD Kabupaten Aceh Selatan mencatat 93 unit rumah terendam banjir. Selain itu, fasilitas umum, sawah masyarakat, tanaman masyarakat, dan jalan antar desa juga ikut terendam banjir. Tinggi Permukaan Air (TMA) saat kejadian dilaporkan 20-60 sentimeter.


Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Selatan mengatakan telah menugaskan Satgas PB BPBD untuk melakukan kaji cepat dan penanganan awal pascabanjir.


Selain itu, BPBD juga telah berkoordinasi dengan Muspika setempat untuk melakukan evakuasi warga yang mengungsi ke Posko Batalyon C Pelopor/Brimob di Gampong Lhok Raya.


Berdasarkan laporan hingga Jumat (21/5) pukul 13.55 WIB, kondisi air justru meningkat di Gampong Cot Bayu dan Gampong Padang Harapan. Sementara di Gampong Lhok Raya, kondisi air berangsur-ansur surut.


Di Gampong Seneubok Pusaka, banjir yang sempat menggenangi ruas badan jalan dan perkebunan masyarakat sejak dua hari lalu sudah surut total.


Melihat kajian risiko bencana dari InaRISK, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, memiliki risiko bahaya tingkat sedang hingga tinggi terhadap bencana banjir. Luas risiko bahaya mencapai 91.541 hektar atau mencakup 18 Kecamatan.


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini di beberapa wilayah terhadap cuaca ekstrem yang mungkin terjadi.


Hujan dengan intensitas tinggi yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang diprediksi terjadi di Kabupaten Aceh Selatan.


BNPB terus mengimbau masyarakat untuk selalu untuk waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor.


Diharapkan masyarakat bisa memantau informasi peringatan dini melalui inarisk.bnpb.go.id dan laman BMKG.


Dr. Raditya Jati

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

 

Editor : Arief Ferdianto

Lebih baru Lebih lama