JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Bupati Tegal, Aspek Perilaku dan Etika Jadi Poin Penting Promosi Jabatan PNS


Tegal,Jendelaindo
– Selain kompetensi, aspek perilaku dan etika keseharian menjadi poin penting pada seleksi penelusuran kader potensial atau talent scouting untuk pembinaan karir dan promosi jabatan pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkab Tegal. Hal tersebut disampaikan Bupati Tegal Umi Azizah saat membuka acara Pengarahan Teknis Pelaksanaan Talent Scouting Tahun 2021, Selasa (25/04/2021) di Pendopo Amangkurat.

Etika ini menurut Umi sangat penting, karena menyangkut soal moralitas, penghargaan pribadi aparatur sipil negara kepada negara yang sudah menggaji dan memberikannya tunjangan yang dihimpun dari pajak rakyat. Penilaian kepatuhan etika pada proses penelusuran kader potensial PNS tersebut bisa dilakukan dengan menelisik lebih jauh perilaku kesehariannya, misalnya dengan mengamati output kerjanya.

“Cara paling mudah untuk mengamati perilaku pegawai ini adalah mendengarkan suara di lingkungan kerjanya, mulai dari pimpinan langsung, rekan sejawat hingga bawahannya secara lebih objektif jika memang sudah menjabat,” kata Umi.

Umi pun menitip pesan agar pelaksanaan talent scouting ini tidak hanya menyeleksi secara administrasi, kompetensi dan juga kejiwaan melalui psikotest, akan tetapi juga mampu memeriksa rekam jejak, termasuk prestasi dan inovasi di lingkungan kerjanya.

Terlebih, lanjut Umi, di era pemulihan ekonomi pada masa pandemi ini, pemerintah daerah dipacu untuk bekerja lebih cepat dan adaptif terhadap penggunaan teknologi informasi untuk memastikan layanan publiknya berjalan normal dan aman dari penularan Covid-19.

“Kita juga punya tugas yang tidak ringan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan menjamin keamanan aktifitas sosial di masa pandemi. Dan ini memerlukan dukungan sumber daya aparatur sipil negara yang handal, ditunjang dengan kepemimpinannya yang berintegritas,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Tegal Edi Budiyanto menuturkan ada 100 orang peserta yang telah lolos seleksi administrasi dan berhak melanjutkan ke tahap seleksi kompetensi. “Jumlah keseluruhan peserta yang mendaftar ada 193 orang. Namun, setelah dilakukan verifikasi dan klarifikasi yang ketat, hanya 100 peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi,” jelas Edi.

Adapun 100 orang peserta talent scouting 2021 ini terdiri dari 30 orang peserta seleksi calon administrasi, 54 orang untuk calon pengawas, 7 orang untuk mutasi administrator dan 9 orang untuk mutasi pengawas. “Proses seleksi nantinya akan berlangsung selama delapan hari efektif, dimulai tanggal tiga hingga sepuluh Juni mendatang dengan jadwal sesi yang telah tercantum pada surat perintah tugas masing-masing peserta,” katanya. 

Red/JI
Lebih baru Lebih lama