JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Jelang HUT RI, Wali Kota Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden

Tegal,Jendelaindo - Sehari menjelang Peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Republik Indonesia (HUT ke-76 RI) Wali Kota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti Paripurna Istimewa dan Pidato Kenegaraan Presiden di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Tegal, Senin (16/8/2021).

Dalam Sambutan Presiden Joko Widodo menyampaikan alasan kebijakan penanganan pandemic Covid-19 sering berubah-ubah. Menurut Presiden hal ini dikarenakan strategi pengendalian Covid-19 dinamis. Jokowi menegaskan pemerintah mengikuti perkembangan situasi Covid-19 atau tren peningkatan kasus dan menyesuaikan dengan sektor ekonomi selama pandemi.

"Tujuan dan arah kebijakan tetap dipegang secara konsisten, tetapi strategi dan manajemen lapangan harus dinamis menyesuaikan permasalahan dan tantangan," ujar Jokowi
Presiden juga menyebut pengendalian Covid-19 atau strategi yang kerap berubah seiring dengan virus Corona yang terus bermutasi.

"Karena virusnya yang selalu berubah dan bermutasi, maka penanganannya pun harus berubah sesuai dengan tantangan yang dihadapi," kata Presiden RI.

Selain itu, Presiden juga mengibaratkan pandemi Covid-19 seperti Kawah Candradimuka. “Pandemi memberikan beban yang berat kepada kita, beban yang penuh dengan risiko, dan memaksa kita untuk menghadapi dan mengelolanya. Semua pilar kehidupan kita diuji, semua pilar kekuatan kita diasah,” tutur Jokowi.

Menurutnya, ketabahan, kesabaran, ketahanan, kebersamaan, kepandaian, dan kecepatan, semuanya diuji dan sekaligus diasah.
Kepala Negara mengatakan, tatkala ujian itu terasa semakin berat, asahannya juga semakin meningkat.

"Itulah proses menjadi bangsa yang tahan banting, yang kokoh, dan yang mampu memenangkan gelanggang pertandingan."ucap Joko Widodo. 

Red/Sholeh

Lebih baru Lebih lama