JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Teten Maskudi, Kabupaten Tegal Potensial Jadi Sentra Industri Manufaktur

Tegal,Jendelaindo – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Republik Indonesia Teten Masduki akan mendorong pertumbuhan sektor industri Kabupaten Tegal agar berkembang menjadi sentra manufaktur seperti pembuatan komponen perkapalan, otomotif, furniture dan alat-alat kesehatan. Pernyataan tersebut disampaikan Teten saat melakukan kunjungan kerjanya meninjau sejumlah perusahaan pembuat komponen berbahan baku logam di Lingkungan Industri Kecil (LIK) Takaru, Kramat, Sabtu (25/09/2021) siang.

Teten berjanji akan menginformasikan keberadaan industri manufaktur tersebut ke kementerian kesehatan, kementerian pertanian dan kementerian terkait lainnya dan mengimbau mereka tidak mengimpor alat kesehatan, alat pertanian dan peralatan lain yang bisa dibuat di Kabupaten Tegal.
“Saya akan rekomendasikan (produk) Kabupaten Tegal ini, karena kualitasnya sudah bagus,” kata Teten.

Dengan berkembangnya sektor industri tersebut, Teten menginginkan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di LIK Takaru bisa tumbuh dan berkembang. Ia pun berharap UKM ini dapat bermitra dengan BUMN dan swasta. “Kita harus mengintegrasikan UKM yang ada dengan perusahaan-perusahaan besar. Karena kita ingin UKM ini dapat menjadi bagian rantai pasok barang-barang industri,” ujarnya.

Ia pun menitip pesan kepada Pemerintah Kabupaten Tegal untuk meningkatkan pembinaan pelaku UKM. Menurutnya, dari sana akan muncul lebih banyak potensi yang pada gilirannya akan menyerap lapangan kerja lebih besar sehingga perekonomian daerah dapat terus berjalan.

Senada dengan itu, Anggota Komisi VI DPR RI Siti Mukaromah mengaku bangga dengan produksi UKM di Kabupaten Tegal, khususnya produk logam dan industri manufakturnya.

“Kita tahu Kabupaten Tegal ini punya jargon Jepangnya Indonesia. Saya harap jargon itu dapat kembali bangkit sehingga masyarakat Indonesia tahu bahwa Jepangnya Indonesia itu adanya di Kabupaten Tegal,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Tegal Umi Azizah menyampaikan ucapan terimakasihnya atas kunjungan Teten beserta rombongan ke Kabupaten Tegal. Kehadiran Teten, sambung Umi, menjadi spirit bagi pelaku usaha UKM di LIK Takaru.

Sementara kerja sama yang terbangun antara pihaknya dengan Kementeian Koperasi dan UKM dan PT Astra menjadi akses penting bagi pelaku UKM untuk memasuki rantai pasok pasar produk industri komponen dari logam.

“Ini merupakan tindak lanjut dari MoU antara Pemkab Tegal dengan Kementerian Koperasi dan UKM yang dibantu BUMN supaya kita bisa terus berbenah, meningkatkan kualitas produk dan akses pemasaran ke supply chain pasar komponen nasional,” pungkas Umi. 

Red/Sholeh
Lebih baru Lebih lama