JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Unggah Foto Keponakan di TikTok, Seorang Perempuan Dilaporkan Polisi

(Foto Istimewa Google Ilustrasi)


Jakarta, Jendelaindo - Polda Metro Jaya menangkap seorang perempuan berinisial SW yang diduga melakukan ancaman kekerasan terhadap seseorang berinisial S.


Pengancaman tersebut dilakukan kepada S dikarenakan SW merasa tidak senang foto keponakanya diunggah di TikTok.


Bermula dari adanya Unggahan di TikTok yang ada di akun milik pelapor "S. Tersangka yang kita amankan itu tidak terima dengan adanya unggahan foto keponakan yang beredar di akun pelapor," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.Rabu (08/09/2021).


Ia pun mengungkapkan, dugaan pengancaman yang dilakukan oleh SW terhadap S terjadi pada bulan April 2021. S yang tidak terima kemudian melaporkan hal tersebut kepihak kepolisian, dari hasil penyelidikan, memang bahwa unsur (ancaman kekerasan), kemudian tim kami berangkat ke sana (Sulawesi Tenggara) untuk mengamankan pelaku tersebut,"lanjut Yusri


Yusri menjelaskan," pihaknya sedang berupaya melakukan mediasi antara SE dengan S dalam penyelesaian kasus atas dugaan pengancaman kekerasan itu, pelapor dan terlapor sebenarnya tidak ada hubungan, tapi di dalam unggahan tersebut adalah keponakan dan merasa tidak terima, ke depan kami akan upayakan untuk memediasi.


Saat ini, Kanit l Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Herman Simbolon angka bicara, Pengancaman bermula saat keponakan SW berinisial YP mendatangi rumah S, YP dan S selama ini saling kenal dan berteman, keduanya pun membuat salah satu konten sedang berenang menggunakan aplikasi TikTok.


"SW tidak suka karena membuat konten keponakanya, kemudian juga mengancam akan melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian,ujar Herman


Editor : Arief Ferdianto

Lebih baru Lebih lama