IPJT Gelar Workshop Bersama Puluhan Jurnalis

Pemalang, Jendelaindo - Puluhan Jurnalis dari berbagai media mengikuti kegiatan yang di selenggarakan Insan Pers Jawa Tengah (IPJT) yaitu Workshop Jurnalistik se-eks karesidenan Pekalongan dalam rangka meningkatkan profesionalitas jurnalis yang handal dan profesional di era digital,Minggu 16/8/20 Hotel The Winner Premiere Kota Pemalang.

Ketua Umum Insan Pers Jawa Tengah (IPJT) Dr.Endar Susilo.SH.MH,"dalam sambutannya mengatakan,"di dalam era pandemi Covid -19 saat ini saya merasa bangga kepada IPJT yang bisa menyelenggarakan kegiatan ini,padahal saat -saat ini perekonomian lagi guncang tidak setabil tetapi IPJT tetap semangat menyelenggarakan kegiatannya.

Workshop adalah kegiatan jurnalistik dengan para pemateri para ahli kemudian menghasilkan suatu keputusan berbeda dengan seminar-seminar itu biasanya hanya para ahli itu menyampaikan gagasan wacana temuan-temuan pandangan-pandangan keilmuan, sedangkan kalau Bimtek atau bimbingan teknis atau pelatihan ini fungsinya yang lebih kepada bagaimana sebuah ilmu itu temuan,ugkap Dr.Endar.

(Puluhan Jurnalis Dalam Acara Workshop Jurnalistik)

Ia berharap bahwa dengan kegiatan Workshop ini nanti teman-teman untuk bisa mengikuti kegiatan ini dengan hikmah sehingga akan menemukan sebuah solusi solusi terkait bagaimana meningkatkan profesionalisme wartawan atau Junalis yang handal dan profesional di masa-masa sekarang ini dan di era digital ini,pungkas Dr.Endar.

Sementara itu ketua umum Dewan Pengurus Pusat (PDP) Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Wilson Lalengke.SPd.MSc.MA sebagai narasumber menjelaskan saat Jurnalis menulis sebuah pemberitaan harus bisa di saring terlebih dahulu dilihat dulu isi berita itu ada unsur yang merugikan atau menguntungkan diri sendiri maupun orang lain,jangan sampai asal membikin pemberitaan dan langsung dipublikasikan ke masyarakat.

Dalam penulisan pemberitaan itu harus mengandung unsur W 5 H 1 seperti What (apa), Who (siapa),Where (di mana), When (kapan),Why (kenapa) How (Bagaimana) dan isi pemberitaan itu sendiri harus berimbang atau balance,aktul dan fakta kalau semua itu sudah di masukan barulah kita bisa menampilkan pemberitaan dan bisa di publikasikan ke masyarakat.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pekalongan sekaligus wartawan Suara Merdeka Trias Purwadi SSos sebagai narasumber kedua mengatakan sebagai jurnalis harus bisa memilah milih berita mana yang pantas dan tidak pantas untuk di tayangkan dan harus mengandung unsur W5 H1 serta faktual,aktual,balance dan bersumber yang jelas dan antara satu paragraf dengan paragraf lain harus berkaitan.

Untuk gaya tulisan yang baik di usahakan kalimat sederhana satu kalimat tidak lebih dari satu gagasan,bahasa sederhana jangan menggunakan kalimat yang panjang atau bisa memakai kalimat pendek,keyakinan tulisan harus benar sehingga pembaca yakin bahwa penulisnya menangkap peristiwa dengan akurat dan seksama.

Dalam pembuatan judul dalam pemberitaan supaya bisa membuat rasa penasaran,kutipan yang paling menarik,fenomena menarik,dan yang terpenting jangan lebih dari 8 kata.

Semoga dalam kegiatan ini rekan-rekan semua bisa mengerti dan memahami serta bisa menjadi jurnalis yang baik untuk kedepannya,secara umum banyak rekan-rekan wartawan yang menyatakan wartawan dan bisa menulis berita tetapi sulit di pahami isi beritanya oleh masyarakat semoga dalam kegiatan Workshop ini ada perubahan lebih baik kedepannya,imbuh Trias.

Dalam kegiatan ini yang di hadiri oleh Ketua Umum Insan Pers Jawa Tengah (IPJT) Dr.Endar Susilo.SH.MH, Ketua umum Dewan Pengurus Pusat (PDP) Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Wilson Lalengke.SPd.MSc.MA,dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pekalongan sekaligus wartawan Suara Merdeka Trias Purwadi SSos.

Red/Jendelaindo

Lebih baru Lebih lama