Pasutri Warga Desa Lawatan Tewas Tertabrak KA Kamandaka


Tegal, Jendelaindo - Pasangan Pasutri pengendara motor tewas di tempat usai tertabrak KA Kamandaka di perlintasan rel tanpa palang, Desa Pepedan, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Jumat pagi 21/8.

Korban yang tewas tertabrak bernama Dasiki (57) dan Suneti ( 51) kedua korban Pasangan suami istri yang berasal dari warga Desa Lawatan Rt 06/02 Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal.

Kedua Pasutri ini tewas di tempat setelah tertabrak KA Kamandaka jurusan Tegal-Purwokerto saat melintas rel kereta api tanpa palang pintu di Desa Pepedan Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal.

Saat hendak melintas rel dengan motor mio yang berplat B 6503.EED itu , tiba-tiba Pasutri tersambar KA Kamandaka yang sedang melaju ke arah selatan.

Kades Pepedan Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal Herry Purnawan saat di konfirmasi membenarkan kejadian Pasutri tertabrak KA Kamandaka sekitar pukul 06.45 WIB.

Kejadian bermula korban sepulang dari pasar pepedan mau ke rumahnya yang berada di Desa Lawatan Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal,korban saat itu berboncengan dengan istrinya saat itu mau melintas rel kereta api yang tanpa palang pintu itu dan tidak melihat dan mendengar ada KA kamandaka yang melintas dari arah Selatan ke utara sehingga korban tertabrak dan terpental hingga 50 meter dan korban pasutri tersebut langsung tewas di lokasi,ungkap Herry.

Herry selalu berpesan kepada semua warga yang akan melintas rel kereta api yang tanpa palang pintu supaya berhati-hati dan tengok kanan kiri dulu sebelum melintas.

Ia berharap kepada PT KAI supaya untuk segera memberi palang pintu di mana pun tempatnya perlintasan kereta api yang belum ada palang pintunya,korban tertabrak kereta api tanpa palang pintu sudah banyak apakah mau di biarkan terus perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Mengingat kereta api sekarang lajunya sangat kencang dan hampir tidak mengindahkan tulisan semboyan 35 atau membunyikan klakson,tegas Herry.

Red/Jendelaindo
Lebih baru Lebih lama