Peringati 10 Muharram Pengurus Masjid Nurul Falah Santuni 15 Anak Yatim Piatu

Sampang,JendelaIndo - Para jajaran pengurus Masjid Nurul Falah Yang berada di Laok Embong Dusun Senneng Desa Nepa Kecamatan Banyuates Kabupate Sampang juga ikut memeriahkan dihari  Raya Anak Yatim dengan menyantuni 15 Anak Yatim Piatu,Jum'at 28/8/20 di Masjid Nurul Falah Dusun Senneng Desa Nepa.

Dalam Sebagian Muslim mungkin ada yang menganggap bulan Muharram ini sebagai lebarannya anak yatim, kegiatan berbagi ini dilakukan secara simbolis tapi alhamdulillah berkat para jajaran pengurus Masjid Nurul Falah niat demi niat demi menyantuni anak yatim yang ada di Desa Nepa berjalan dengan lancar.

Alhamdulillah miskipun dana ini tidak seberapa namun kami sangat bahagia bisa menyantuni anak-anak Yatim yang berada di dusun Senneng Desa Nepa.

Lantas bagaimana awal mulanya dan apa yang mendasari anggapan bahwa tanggal 10 Muharram adalah hari lebaran untuk anak yatim. Ketua Takmir Masjid Nurul Falah *K.H. BAHRAWI*  memberi penjelasan baru keidentikkan bulan Muharram dengan lebaran anak yatim didasarkan pada sebuah hadis yang disebut dalam kitab Tanbighul Ghafiliin.

 "Penyebutan tanggal 10 Muharram sebagai lebaran anak yatim karena ada hadis yang disebutkan dalam kitab Tanbighul Ghafiliin. Man masaha yadihi ala ro'si yatiim yaum asyuro rofa'allah ta'ala bi kulli sya'rotin darojah," jelasnya.

Hadis tersebut menyampaikan, siapa yang menyantuni anak yatim pada hari Asyuro atau tanggal 10 Muharram, maka derajatnya akan dinaikkan oleh Allah SWT. Namun, hadis itu dianggap dhaif atau lemah oleh para ulama.

Sebagian ulama bahkan memberi penilaian bahwa hadis itu maudhu alias palsu. Sebab, di dalam sanad (jalur) hadisnya ada perawi yang kurang dipercaya. Meski dhaif atau bahkan palsu, hadis itu diposisikan untuk menjaga perilaku sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW, yaitu mengasihi anak yatim.

"Sebagian ulama berpendapat ini (untuk) akhlak saja. Bahwa di hari Asyuro, hari yang baik bagi umat Islam, dijadikan momentum untuk kita mengenang dan mengikuti Rasulullah, yaitu menyayangi anak yatim," paparnya.

K.H. Bahrawi mengingatkan, Rasulullah adalah sosok penyayang anak yatim. Karena itu pula, hari baik Asyuro dipakai sebagai momentum untuk menyantuni anak yatim.

Hadis tersebut untuk mengasah akhlak umat Muslim agar senantiasa memberi kasih sayang kepada anak yatim.
Hadis yang disebutkan dalam kitab Tanbighul Ghafiliin itu,  terang Kiai Cholil, sekadar untuk memotivasi sekaligus mengajarkan kepada setiap Muslim untuk berbuat baik kepada anak yatim dengan menyantuninya.

Ust Nurussobah, Sebagai Pengurus Harian Masjid Nurul Falah juga menjelaskan, amal saleh termasuk menyayangi anak yatim itu adalah sesuatu yang sangat dianjurkan. "Saya kurang tahu persis apa itu hadisnya.

Tetapi yang namanya menyayangi anak yatim, kapan pun harinya, hari apapun, itu sesuatu perbuatan yang terpuji," tutur dia.

Ust. Marsud Ketua Pengurus Masjid Nurul Falah menambahkan, meski itu bersumber dari hadis dhaif, kandungan perbuatan baik yang ada di dalamnya tetap bisa dilakukan. 

Misalnya perbuatan baik yang hubungannya antara hamba dengan Allah SWT (hablumminallah), dengan manusia (hablumminannas), maupun dengan alam sekitar (hablumminal alam).

"Hadis dhaif sekalipun, karena dalam rangka fadhail a'mal, itu bisa diterima hadisnya, untuk meningkatkan amal kita, apalagi terhadap anak yatim.

Ini amal saleh kalau kita berbuat sesuatu yang positif dan bermanfaat," ujarnya.
Jadi,sikap seorang Muslim terhadap bulan Muharram yang diidentikkan dengan lebaran anak yatim itu tidak masalah meski didasarkan pada hadis dhaif. "Karena dalam rangka mendorong perbuatan amal baik. Itu suatu hal yang patut dilakukan, saya kira gak masalah," ucapnya.

Kami ucapakn Terima Kasih para pengurus masjid Nurul Falah dengan semangatnnya mencari dana untuk demi menyantuni anak Yatim miski lewat amal-amal dijalanan tapi Alhamdulillah terlaksana sesuai harapan kita bersama. Semoga Allah membalas atas semua bantuan & kebaikan kalian yang sudah meluangkan waktu dalam mencari dana. Semoga barokah & Bermanfaat.

Wartawan : Kholik
Lebih baru Lebih lama