Tapal Batas Kades Wayo Resahkan Masyarakat Dusun Tikomia

Bobong, Jendelaindo - Warga yang tinggal didusun Tikomia Desa Wayo Kecamatan Taliabu Barat Kabupaten Pulau Taliabu Provinsi Maluku Utara mulai diresahkan dengan salah satu bangunan yang dikabarkan milik Kepala Desa Wayo.

Pasalnya, bagunan fondasi yang dibangun berapa bulan lalu itu telah menghalau aliran air dari rawa disalah satu titik dusun Tikomia yang sewaktu waktu semakin meluap dan menggenangi pemukiman warga ketika diguyur hujan, sebagaimana yang terjadi Siang tadi

Menurut warga setempat, hal tersebut telah mereka alami dikurung waktu yang hampir satu tahun pasca dibangunnya  Fondasi yang difungsikan sebagai pembatas antara kintal milik kepala Desa dan milik warga

"Hampir satu tahun ini air sudah sering meluap kerumah, apalagi kalau sudah hujan, coba liat sendiri, tidak ada lagi jalan keluarnya air, " Kesal salah satu warga sambil menunjuk kearah bangunan itu.

Kepala Pemerintah Desa Wayo Sofyan Hasan saat di konfirmasi melalui Via seluler Senen 7/9/20 kepada media membenarkan jika bangunan yang berada dilokasi tersebut adalah kepunyaannya.

Meskipun diakuinya bahwa hal itu akan menyebabkan luapan air namun bagi sofyan, fondasi yang dibuatnya bukanlah faktor utama terjadinya sumber keresahan warganya itu.

"Wajar kalau saya bangun fondasi di saya punya pagar kintal, dengan perbandingan air berada diposisi tengah dan dipinggir, lagipula saya tidak nyaman atas barang - barang yang ada didalam kintal, makanya saya buat fandasi karena mau dibuatkan pagar beton" Ujarnya

Jadi, Lanjut Sofyan, " tidak layaknya dimana, kalau mau tanya itu langsung ke PU (Dinas PUPR.red) atau ke Dinas lingkungan hidup, (DLH) penataannya seperti apa, saya rasa fondasi saya tidak mengganggu, karena saya dibelakang, bukan ditengah" Cekal Sofyan

Dengan nada Berbeda, Sofyan kembali menerangkan kalau titik utama yang sejak awal menjadi lokasi strategis penyaluran air kebuangan akhir telah dipakai  sebagai bangunan fondasi pula oleh warga 

"Yang menghalangi saluran air sebenarnya ada beberapa fondasi warga, karena memang dulu itu saluran airnya, tetapi yang punya kintal tidak mau untuk buka sehingga saya juga tidak bisa bersikeras atau memaksa.  tapi kalau saya yang  buka fondasi,  airnya memang akan lewat disamping, tapi itu hanya sementara, apalagi buangannya kesana terhalang lagi ditengah dan itu tidak maksimal" paparnya

Terkait hal itu, dirinya kembali bilang bahwa dengan kapasitasnya sebagai Kepala Pemerintah Desa sudah berupaya mencari solusi untuk mengatasi problema yang terjadi.

"Alternatif lain juga ada, tapi harus buat didepan dipinggir jalan aspal karena itu koneknya kedeker jadi air mengalir kesana dan Itu akan dibuat tahun tahun 2021 nanti, makanya dari 3 bulan sebelumnya, saya sudah sosialisasikan kepada warga khususnya para penjual dipasar itu untuk tidak menggunakan salah satu area disitu karena akan dibangun saluran airnya" imbuhnya.

Wartawan : Sarif
Lebih baru Lebih lama