Jumadi: Pertumbuhan Ekonomi di Kota Tegal Sudah Bagus



Tegal,Jendelaindo -
Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi menyatakan pertumbuhan ekonomi di Kota Tegal sudah bagus jika dibandingkan rata-rata kabupaten/kota di Jawa Tengah. 

Hal tersebut disampaikan Jumadi usai  mengikuti Webinar yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal dengan tema Pemulihan Ekonomi Daerah Melalui Optimalisasi Teknologi, Rabu (14/10).

Namun demikian, kata Jumadi, sejak 1 Oktober 2020 lalu hingga saat ini Pemkot masih menerapkan kebijakan penutupan sementara untuk tempat wisata,  tempat hiburan, dan cafe. 

Jumadi berharap sebelum akhir bulan semua dapat dibuka kembali untuk meningkatkan perekonomian di Kota Tegal. Dengan catatan harus patuh terhadap Protokol Kesehatan (Protkes).  Jumadi menegaskan akan langsung turun untuk memastikan penerapan Protkes. 

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal Taufik Amrozy mengungkapkan sampai dengan September 2020, perkembangan perekonomian nasional secara perlahan menunjukkan perbaikan meskipun masih terbatas. Hal tersebut sejalan dengan mobilitas masyarakat yang masih dibatasi melalui penerapan PSBB di beberapa provinsi dan kebupaten/ kota dalam rangka pencegahan Covid-19.

Adanya fenomena pergerakan masyarakat yang terbatas tersebut berdampak pada penurunan konsumsi rumah tangga yang pada akhirnya berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi yang tercatat mengalami kontraksi pada triwulan II tahun 2020 sebesar 5,32 persen year on year (YoY).

Taufik menjelaskan, sejalan dengan perekonomian nasional, kondisi perekonomian di wilayah Eks Karesidenan Pekalongan juga sudah mulai menunjukkan perbaikan. Hal ini dapat dilihat dari nilai indeks kinerja industri pengolahan (Prompt Manufacturing Index-PMI) pada triwulan III 2020 sebesar 50,52 persen, mengalami perbaikan dibandingkan dengan triwulan II 2020 yang hanya sebesar 28,54 persen.

Sementara Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf Muhammad Neil El Himam menyebutkan peran teknologi dalam perkembangan ekonomi kreatif saat pandemi sekarang ini sangat tepat untuk memulihkan perekonomian unit-unit usaha. 

Sebab, kata Neil. usaha-usaha yang berbasis digital sekarang ini justru lebih banyak diuntungkan. Perlu diketahui, di Indonesia tercatat 175 juta pengguna internet dan sangat relevan pada kondisi sekarang ini. Sedangkan nilai internet ekonomi indonesia dari hasil riset 2017 sudah mencapai 40 miliar dollar dan diprediksikan pada tahun 2025 akan mencapai 130 miliar dollar.

“Usaha-usaha yang sekarang ada bisa lebih mengoptimalkan teknologi atau sistem online sebagai upaya pemulihan usahanya ditengah pandemi Covid-19,” harap Neil.


Red/ Sholeh

Lebih baru Lebih lama