Jubir Penanganan Covid19 Kota Tasikmalaya ; Waspadai Klaster Keluarga,



Kota Tasikmalaya, jendelaindo - Jubir Penanganan Covid19 Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat menyampaikan dengan adanya trend penambahan kasus Covid19, 10/11/2020.

Kasus Covid19 kasusnya masih ada penambahan secara variasi. Kalau diambil rata - rata penambahannya masih cukup tinggi di kisaran 8 sampai 15 orang perhari selama 1 bulan terakhir. Terang Uus. 

Lanjut dr Uus, penambahan kasus yang luar biasa ada di klaster pesantren, namun saat ini klaster pesantren sudah selesai. Tinggal hanya ada beberapa pesantren lagi yang masih dalam proses, mudah - mudahan sampai 3 hari kedepan sudah nyatakan oplouse. 

Ia pun menyarankan, yang harus diwaspadai saat ini sehingga bertambah dan banyaknya kasus yang cukup sporadis yaitu klaster keluarga, sebab klaster keluarga berkembang dibeberapa Kecamatan sampai ke Kelurahan. Ini bisa menjadikan peta zona berubah, bila terdapat di 10 kecamatan serta sudah sporadis kasusnya sehingga tersebar kasus positif di wilayah itu maka akan nampak zona merah. Tambah Uus. 

Masih kata dr Uus, munculnya klaster baru disebabkan " Weekend Husban ", kerjanya di luar kota, tetapi weekend mereka pulang ke kota Tasik. 
Hampir 80 % Orang Tanpa Gejala ( OTG), karena OTG tersebut tidaklah merasa sakit atau ada gejala. Oleh karena itu marilah kita jalankan disiplin protokol kesehatan. Dari 10 kecamatan yang kasus Covid19 nya paling tinggi yaitu Kec Cihideung dan Kec Tawang. Pungkasnya. 

Selain daripada itu, dr Uus Supangat  berharap kepada seluruh penerima ataupun " ngecek " ke Bank terkait bantuan BPUM agar dapat saling menjaga kerumunan dalam antrian serta mendisiplinkan protokol kesehatan. Pentingnya menjaga jarak. 

" Para pelaku usaha serta pimpinan perusahaan Negri ataupun swasta yang memberikan layanan terhadap masyarakat dengan jumlah yang banyak harus ada tim penanganan penanggulangan tim Covid19 didalamnya agar koordinasi berjalan lancar ". Tegas dr Uus.

Wartawan : Al Prayudi
Lebih baru Lebih lama