JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Legislator ini Menyayangkan Langkanya Gas Elpiji 3 Kilogram

Buntok, jendelaindo - Rusinah Andelen, anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan (Barsel),  menyayangkan terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (Kg) yang diperuntukan kelompok miskin di wilayah Buntok, Kabupaten Barsel, Provinsi Kalimantan Tengah, dalam dua minggu ini. 

Mengingat sejak wabah pandemi Covid-19 melanda dunia khususnya di Indonesia, masyarakat cukup berat menghadapi pandemi virus corona tersebut, ditambah lagi dengan sulitnya mencari gas elpiji.

"Saya sangat menyayangkan dan prihatin dengan kondisi saat ini, dimana gas 3 kg yang diperuntukan bagi kelompok miskin, dalam beberapa minggu ini di Buntok sangat langka, sukar ditemukan," ucap Rusinah Andelen kepada jendelaindo via telepon, Sabtu (7/11/2020). 

Ia membeberkan, terjadinya kelangkaan gas tersebut menurutnya diakibatkan oleh banyaknya masyarakat yang mampu ikut membeli dan menggunakan gas 3 Kg itu. Sehingga kouta yang seharusnya mencukupi bagi masyarakat miskin malah terjadi kelangkaan. 

"Kebanyakan yang menggunakan gas 3 Kg itu malah masyarakat yang mampu, sedangkan gas itu kan hanya untuk masyarakat kelompok miskin," tandasnya. 

Masih dikatakan politisi partai NasDem Barsel tersebut, untuk mencegah terjadinya kelangkaan kembali, ia meminta kepada Pemerintah Daerah untuk ikut meningkatkan sistem pengawasan terhadap distribusi gas melon itu agar kelangkaan, subsidi yang tidak tepat sasaran, dan harga yang tak terkontrol dapat diperkecil.

Selain itu, ia juga meminta dan menghimbau kepada masyarakat yang mampu, masyarakat yang memiliki pendapatan menengah keatas agar jangan ikut-ikutan membeli gas yang disubsidikan untuk masyarakat miskin. 

"Saya menghimbau kepada masyarakat yang memiliki pendapatan menengah keatas, janganlah ikut-ikutan membeli gas 3 Kg. Seandainya yang mampu ini tidak ikut membeli, saya rasa tidak akan terjadi kelangkaan," katanya. (Shan)

Lebih baru Lebih lama