JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Sekretaris Ditjen Hortikultura Kementrian Pertanian Hadiri Acara Offroad Bersama Menteri SYL di Wisata Agro Wonosari

Malang, Jendelaindo - Derasnya hujan yang mengguyur lokasi Wisata Agro Wonosari Desa Toyomarto, Kec. Singosari, Kab. Malang tidak halangi kedatangan Sekretaris Ditjen Hortikultura Kementrian Pertanian Dr. Ir. Retno Sri Hartati Mulyandri Msi., untuk menghadiri acara Offroad Bersama Menteri SYL dalam program JDP (Jelajah Desa Pangan). Minggu (29/11/20).


Perlu diketahui bahwa kedatangan Retno Sri Hartati Mulyandri dalam acara Offroad Bersama Menteri SYL tersebut hanya untuk mewakili Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang berhalangan hadir.


JDP (Jelajah Desa Pangan) awalnya di bentuk oleh sekumpulan para offroader yang tadinya hanya melakukan kegiatan Fun-fun saja  dan ekstrem-ekstreman dengan kendaraan, namun para offroader tersebut saat ini telah melakukan kegiatan yang produktif yaitu untuk mengurusi petani (pangan) yang Pemerintah Daerah atau kabupaten sendiri tidak dapat menjangkau ke akses tersebut dikarena tidak ada jalan masuk kecuali menggunakan kendaraan macam Forwil drive.


Dalam sambutannya, Sekretaris Ditjen Hortikultura Kementrian Pertanian Dr. Ir. Retno Sri Hartati Mulyandri ,Msi., menyampaikan bahwa meskipun disa'at pandemi saat ini Menteri pertanian tetap peduli dan mendukung pencanangan kegiatan Jelajah Desa Pangan, yang siap untuk mendukung kawasan pangan sejalan dengan program menteri pertanian "food estate" bahkan cita cita presiden dalam "nawacita" yaitu food estate yg berbasis pemberdayaan mandiri dengan berkolaborasi lintas kementrian, lembaga bahkan lintas komunitas.


"Hari ini dilawang Kabupaten Malang rasa-rasanya food estate yang berbasis produk unggulan yaitu Alpukat Pameling adalah sebuah maskot yang akan menjadi icon pemberdayaan mandiri, kawasan ketahanan pangan bahkan kebun wisata," tandas Bu Retno.


Di tempat yang sama, Tony Setiawan Cermen Jelajah Desa Pangan menyampaikan bahwa Jelajah Desa Pangan ini salah satunya bertujuan untuk memediasikan keterbatasan Pemerintah Pusat juga Pemerintah Kabupaten untuk dapat menjangkau ke akses tersebut dikarena tidak ada jalan masuk. dan kita juga disupport oleh Kementerian Pertanian Kementerian Desa UMKM dan Kementerian Pertahanan.


"Acara kami ini sebetulnya adalah event yang keempat, yang pertama di Desa Hambalang, Kec. Citeureup, Kab. Bogor. Untuk yang kedua di Desa Cileuksa, Kec. Sukajaya, Kab. Bogor, Jawa Barat dalam rangka membantu masyarakat yang terkena musibah tanah longsor. Selanjutnya yang ketika di Desa Ngantru, Kec. Ngantang, Kab. Malang," beber Tony Setiawan.


"Dan untuk yang ke-4 kali ini kita mengambil tema Offroad Bersama Menteri SYL, JDP Tumapel 4X4," imbuhnya.


Ditempat yang berbeda, Khubul Wathoni Manager PTPN XII (Wisata Agro Wonosari) menyampaikan bahwa PTPN XII sangat mendukung untuk demi ketahanan pangan, karena kita juga kebetulan di wilayah tropis ya jadi apa-apa tanaman pasti tumbuh. Selain itu juga sangat kita sayangkan apabila posisi kita wilayah bumi dan tanah air kita ini tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk ketahanan pangan.


"Sangat disayangkan apabila kita juga punya varietas unggul selalu kalah cepat oleh negara lain, makanan pokok kita diberi negara lain sebaiknya media juga mohon dukungannya untuk mempercepat proses misalnya untuk branding unggul varietas unggul di daerah kita sendiri nasional kita kabupaten Malang supaya mendapat tempat dan nilai spesifik serta nilai ekonomis yang bisa nantinya mendukung peningkatan ekonomi rakyat warga Malang," pungkasnya.


Wartawan : Jarwo

Lebih baru Lebih lama