Tersengat Listrik, 1 Orang Petugas PT.Telaga Ende Alami Luka Bakar



Manggarai Barat,NTT,Jendelaindo- Sam'an Dika (26) pria asal Lampung, harus terbaring lemas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pratama Komodo, karena 19% tubuhnya terbakar akibat sengatan listrik.

Dokter Florida Pantas yang menangani pasien kepada Jendelaindo.com Rabu (4/11/20) menjelaskan, korban tiba di RSUD Komodo sekitar pukul 11.35 Wita, dari hasil pemeriksaan, tubuh korban mengalami luka bakar 19 %, yaitu pada area dada, paha kanan dan paha kiri dan alat kelamin.

" Untuk sementara, luka bakarnya 19% itu di area dada, paha kanan, paha kiri dan alat kelamin, untuk pernapasan juga stabil dan terus kami pantau perkembangannya", ujar Dokter Florida.

Dari hasil informasi yang dihimpun Jendelaindo.com melalui sambungan telepon dari penanggung jawab lapangan PT. Telaga Ende, Paulus Soge, pada Rabu (4/11/20) menjelaskan.

Pada pukul 09.00 Wita, korban Sam'an Dika (26) bersama Hendrikus, yang juga petugas PT.Telaga Ende diperintahkan ke lokasi perbaikan jaringan listrik di Gardu LB 166 yang terletak di RT 01/RW 01 Dusun 1 Nggorang, Desa Nggorang, Kecamatan Komodo pada, Rabu (4/11/20).

Kedua petugas ditugaskan, untuk memperbaiki dua poin gangguan di gardu LB 166 yang sesuai dengan jadwal pemadaman PLN Labuan Bajo.

Ketika kedua poin perbaikan selesai dikerjakan. Saat hendak pulang, kata Paulus. Korban naik kembali ke atas tiang untuk perbaiki tabung CO, yang sebenarnya dijadwalkan pada Rabu sore sesuai jadwal PLN. Namun korban memberanikan diri naik kembali ke tiang listrik, yang saat itu arus listrik dalam tegangan tinggi.

" Kejadian tadi murni inisiatif korban sendiri yang bukan karena diperintah. Karena saya sebagai penanggung jawab lapangan hanya memerintahkan perbaikan yang sesuai jadwal PLN dan memperbaiki dua poin perbaikan di gardu LB 166. Saat itu pekerjaan mereka sudah dikerjakan. Namun entah mengapa, pada saat pulang korban naik lagi dan temanya sudah melarang agar jangan naik karena saat itu listrik On yang bertegangan tinggi", ujar Paulus.

Paulus melanjutkan, pihaknya sempat melarang agar korban tidak naik. Tapi dia berani naik untuk perbaiki tabung CO. Dia naik memakai tali safety mengerjakan tabung CO. 

“Saat kejadian, temannya telepon saya. Mendapat kabar itu saya langsung meluncur ke lokasi. Dilokasi juga tadi ada polisi dan petugas PLN yang datang evakuasi korban,” terang Paulus menjelaskan kronologis kejadian.

Wartawan : Alexandro
Lebih baru Lebih lama