JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Wakil Walikota Tegal Kukuhkan Relawan Adminduk




Tegal, Jendelaindo - Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi secara langsung mengukuhkan perwakilan Administrasi Kependudukan (Adminduk) di Gedung Pertemuan Swam Kelurahan Debong Kulon. Usai dikukuhkan Relawan Adminduk dibekali workshop serta sosialisasi kependudukan dalam rangka pencapian target nasional, Senin (30/11).

Dalam Sambutannya Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tegal, Basuki menyampaikan bahwa Relawan Adminduk sebagai wujud peran serta masyarakat sekaligus mitra kerja Disdukcapil yang telah mendapatkan rekomendasi dari lurah sebagai wakil dari kelompok masyarakat dilingkungan Rukun Warga (RW).

"Ini wujud peran masyarakat sekaligus mitra kerja Disdukcapil yang sudah mendapat rekomendasi dari Kelurahan. Dan para relawan Adminduk dikukuhkan dan memperoleh pembekalan serta workshop kependudukan," ujar Basuki.

Sedangkan Wali Kota Tegal H. Dedy Yon Supriyono melalui Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi menyampaikan bahwa semenjak diterbitkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang administrasi kependudukan, semua mejadi lebih teratur. 

"Sebagai mana kita ketahui, bahwa perubahan kebijakan yang diatur dalam Undang - Undang 24 Tahun 2013, semua pelayanan adminitrasi kependudukan bersifat pro-rakyat, antara lain pelayanan gratis, KTP-El berlaku seumur hidup, stelsel aktif, artinya saya berharap jajaran Disdukcapil, Camat dan Lurah lebih maksimal dalam pelayanan kepada masyarakat," paparJumdi.

Jumadi menambahkan bahwa pembentukan relawan Adminduk ini juga dalam rangka pelayanan pro rakyat, terutama untuk memenuhi target nasional. 

"Relawan inilah yang nantinya akan menjadi agen-agen informasi di tengah masyarakat. Mereka bisa memberikan informasi kepada masyarakat, yang membutuhkan informasi tentang administrasi kependudukan," ujar Jumadi.

Dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota berharap, semua pihak bisa mendukung program nasional administrasi kependudukan.

"Berbagai inovasi telah dilakukan oleh Disdukcapil. Disduk juga telah meluncurkan Jakwir Cetem untuk memudahkan masyarakat mengurus dokumen administrasi kependudukan. Inovasi ini menggandeng ojeg online Grab. Juga layanan jemput bola di sekolah. Menyadari pentingnya Adminduk bagi para pelajar ini, Disdukacpil harus terus “mengejar” para pelajar ini. Kita berharap, tuntas 100 persen kepemilikan Adminduk masyarakat, melalui program jemput bola, petugas datang ke sekolah untuk pelajar yang mulai ber-KTP, telah dilakukan. Termasuk juga ke warga-warga yang belum memiliki akta kelahiran. Mulai sekarang relawan bisa diberdayakan ke sejumlah Kelurahan di Kota Tegal," ujar Jumadi.

Pihaknya berharap agar warga bisa antusias dan koperatif menyambut kedatangan relawan ini. Karena tugas mereka merupakan tugas penting, untuk mewujudkan penyempurnaan Adminduk.

"Perlu disadari juga, bahwa Adminduk ini amat penting dan sangat dibutuhkan. Misalnya saja, setiap warga negara harus memiliki akta kelahiran, wajib hukumnya atau “wajib ain”, karena akta kelahiran ini nantinya akan sangat dibutuhkan, baik di sekolah, maupun di lingkungan kerja. Begitupun bagi PNS. Pergi ke luar negeri atau naik haji, juga harus memiliki akta kelahiran. Dan saya berharap kawan-kawan relawan bisa bekerja dengan baik demi kemaslahatan masyarakat luas," pungkas Jumadi. 

Red/ Sholeh
Lebih baru Lebih lama