JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Babinsa Wanareja Bersama Warga Kerja Bakti Normalisasi Aliran Sungai Avoor

Cilacap,Jendelaindo - Akibat curah hujan yang sangat besar telah menimbulkan luapan air yang membawa sampah di beberapa sungai di Kecamatan Wanareja. Diketahui Sungai Avoor yang berlokasi di Desa Cilongkrang Wanareja juga mengalami hal serupa, kondisinya dipenuhi sampah yang berpotensi menyebabkan banjir.

Terkait hal itu, anggota Koramil 16 Wanareja Pelda Slamet Sapari, Sertu Suprapto, dan Sertu Heriyadi melaksanakan kerja bakti bersama warga masyarakat setempat untuk membersihkan penumpukan sampah yang mengakibatkan aliran Sungai Avoor terhambat, Kamis (10/12).

Tampak hadir, Kepala Desa Cilongkrang
Endang Wahyu SP, Mantri pengairan BBWS Citanduy Salim, anggota BPBD Wanareja, Kadus Desa Cilongkrang dan masyarakat sejumlah 32 orang. 

Dalam kesempatan itu, Babinsa Cilongkrang Sertu Heriyadi menjelaskan salah satu masalah penyebab bencana banjir adalah sampah. Kenapa demikian, nyatanya sampah yang masuk ke aliran sungai jumlahnya sangat banyak, sehingga menumpuk di beberpa titik seperti jembatan dan pinggiran sungai yang menghambat aliran sungai tersebut.

"Salah satu upaya kita untuk mencegah adanya banjir  yaitu dengan melakukan  normalisasi aliran sungai dari sampah dan material lain yang mengambat aliran air. Agar kegiatan ini tepat sasaran dan efektif kita mengajak pihak Pemerintah Desa Cilongkrang dan warga setempat untuk melakukan kerja bakti atau gotong royong agar cepat selesai," jelasnya.

Selian itu, kegiatan kerjabakti atau gotong royong ini adalah salah satu bakti nyata sekaligus penguatan kemanunggalan TNI dengan Rakyat. Kegiatan ini sebagai implementasi dari Pembinaan Teritorial (Binter), hal itu sudah menjadi bagian dari tugas pokok TNI-AD khususnya Babinsa sebagai ujung tombak aparat teritorial kewilayahan.

"Keberadaan kita sebagai unsur pembina kewilayahan harus bisa menjadi solutor dalam mengatasi kesulitan rakyat, terlebih menyangkut keselamatan warga dari bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Jadi upaya kita dalam normalisasi sungai Avoor Cilongkrang bagian dari tindakan preventif guna mencegah terjadinya bencana alam," tandasnya.


Red/Sholeh
Lebih baru Lebih lama