JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Disporabudpar Kabupaten Barsel Rencanakan Kembangkan 13 Objek Wisata,

Buntok, Jendelaindo - Dinas Pemuda Olahraga, dan Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Provinsi Kalimantan Tengah, akan mengembangkan 13 objek wisata, baik itu wisata alam, budaya, dan buatan yang tersebar diseluruh kecamatan di wilayah Barsel. 


Hal ini disampaikan Kepala Disporabudpar, Dr Manat Simanjuntak, M.pd saat setelah mengikuti kegiatan rapat diruang gabungan komisi DPRD Barsel, Senin (14/12/2020). 


"Nantinya ada 13 destinasi wisata yang bisa kita kembangkan, ditambah kemarin ada permintaan festival wara di Desa Mabuan, Kecamatan Dusun Selatan," ucap Dr Manat Simanjuntak, M.pd kepada jendelaindo. 


Ia membeberkan, Disporabudpar Barsel mengupayakan dapat berlaku adil terhadap seluruh kecamatan yang berada di wilayah setempat, dengan melakukan pengembangan objek wisata yang tersebar diseluruh kecamatan yang ada. 


"Perimbangan destinasi disemua kecamatan itu nantinya diharapkan dapat bersinergi dan menjadi tanda bahwa kita adil terhadap seluruh kecamatan yang ada," tandasnya. 


Masih dikatakannya, dengan mengembangkan sektor pariwisata tersebut, diharapkan dapat memajukan ekonomi masyarakat serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan juga dapat memunculkan pengusaha baru dalam bidang pariwisata. 


Selain itu, kedepannya diharapkan juga masing-masing desa dapat memunculkan dan menonjolkan destinasi pariwisatanya. Sehingga kemajuan ekonomi kerakyatan semakin nyata adanya. 


"Mudah-mudahan pariwisata kita semakin maju dan para pelancong semakin ramai untuk berwisata di kabupaten yang kita cintai ini," harapnya. 


Untuk diketahui, 13 objek wisata yang akan dikembangkan tersebut ialah, air terjun Senangu di Desa Bintang Ara, kawasan ekosistem air hitam (keah) di Desa Teluk Timbau, tugu gerakan mandau talawang pancasila sakti di Desa Bundar, danau bundar masih di Desa Bundar. 


Kemudian, danau Sanggu danau Sababilah danau Malawen di Desa Sanggu, danau Ganting di Desa Ganting, kampung terapung bambaler di Desa Baru, gua liang lempang di Desa Palurejo, gua liang santangan di Desa Sei Paken, dan kawasan adat suku bawo di Desa Bintang Ara. 


Selanjutnya, ada danau sadar di Desa Danau Sadar, kawasan kerbau rawa di Desa Tampulang dan terakhir danau bahalang (Barito mati) di Kelurahan Bengkuang Kecamatan Karau. (Shan)

Lebih baru Lebih lama