Plasidus Asis Deornoy, SH: Jelang Masa Tenang, Jangan Mudah Diprovokasi



Manggarai Barat, Jendelaindo.com- Pesta demokrasi pilkada Manggarai Barat, NTT tinggal menghitung hari. Kini sudah memasuki masa tenang. Namun, kampanye para aktivis media sosial terus bergulir.

Menyikapi hal itu, Plasidus Asis Deornay, SH, tim hukum paslon Maria-Sil turut berkomentar. Menurut Plasidus, ini adalah bentuk kampanye hitam atau penggiringan opini yang sengaja dilakukan oleh oknum tertentu atau timses paket tertentu, yang ingin merugikan paslon lain di pilkada mabar tahun 2020 .Minggu/06/12/2020

Terkait Berita dari media online yang beredar, dimana menyudutkan paket MISI, pihaknya menilai bahwa hal itu merupakan strategi atau upaya penggiringan opini dari oknum atau lawan politik. Pada masa tenang seperti ini, cara-cara seperti ini sengaja digulirkan atau dihembuskan agar paket yang dianggap kuat "tidak menang" pada pilkada mabar 2020 ini, Tandas lawyer yang akrab disapa Asis itu

"Ini adalah bentuk kegelisahan dan ketakutan pihak lawan yang berlebihan. Sehingga semua cara dilakukan untuk menyerang paket MISI" cetusnya singkat

"Yang pasti, fokus utama Paket MISI adalah Mendoakan Paket Misi agar Menang pada Pilkada yang digelar tanggal 9 Desember 2020 nanti. Untuk mewujudkan itu, semua timses dan relawan Paket Misi harus tetap dalam satu komando", ungkap Asis

Sebagai Advokat dan Tim Hukum paket Misi, pihaknya menghimbau agar masyakarakat tidak mudah percaya atau terprovokasi dengan isu-isu yang beredar. Tidak hanya itu, 'Asis' juga meminta agar penyelenggara dan polisi responsif terhadap berita-berita hoax yang beredar pada masa tenang ini. Banyak berita hoax dan juga akunt-akunt palsu yang beredar. Mohon itu segera ditertibkan tanpa harus menunggu ada pengaduan dari masyarakat atau yang dirugikan, tukas Asis lebih lanjut

"Pada masa tenang ini  masyarakat butuh ketenangan dan keamanan yang baik. Janganlah masyarakat dijadikan obyek untuk kepentingan sesaat kita", ungkap Asis

"Hal yang lebih penting dari isu-isu sampah itu, sesungguhnya adalah tentang Netralitas Penyelenggara". 

Pada masa tenang ini, selain doa untuk sang kandidatnya, yang masyarakat  inginkan adalah hasil.  Siapapun yang terpilih nantinya adalah hasil dari sebuah proses demokrasi yang bersih, jujur dan transparan. Problem-problem tentang ketidaknetralan penyelenggara, money politik dan kecurangan-kecurangan lain diharapkan tidak terjadi pada Pilkada Mabar ini, Tutup Asis

Senada, ditegaskan Jon Kadis, S.H ketua Forum Pemantau Demokrasi & Penegakan Hukum.
Menurut jon, masalah korupsi bantuan sosial yang dilakukan menteri sosial itu, tidak memiliki hubungan dengan pilkada mabar. KPK telah melakukan press kon terkait masalah ini. Kasus tersebut piur peristiwa yang lpkusnya di DKI Jakarta, tandas Jon

Lebih lanjut, pihaknya menilai bahwa, gebrakan yang dilakukan KPK pada masa tenang ini memberi pesan kuat bahwa KPK serius dalam pemberantasan korupsi, begitu.juga Presiden Jokowi, tandas Jon
 
"Penegakan hukum haruslah benar-benar dijunjung tinggi". 

Pelajaran penting lainnya, makna  pada era pemilihan kepala daerah 2020, kasus ini dijadikan preseden baik. Agar masyarakat tidak memilih kucing dalam karung. Pemimpin yang terpilih haruslah figur yang bersih dan jujur. Hal ini bertujuan tidak adalagi pejabat yang ditangkap KPK, tutupnya

Iren Antus
Lebih baru Lebih lama