JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Sebulan Tinggal Di Ponpes Al Himmah, Miftahudin Ditemukan Meninggal Dunia


Cilacap,Jendelaindo
- Satu bulan tinggal di Pondok Pesantren Al Himmah yang berlokasi di RT 03/07 Desa Danasri Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap, Muhamad Miftahudin (57) warga RT 02/01 Desa Wonoyoso, Kecamatan Bumirejo, Kabupaten Kebumen, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di Pondok Pesantren yang ditempatinya, Sabtu (13/2/21).

Miftahudin pertama kali ditemukan oleh Aiksarul Amri (17), santri Pondok Pesantren Al Himmah. Sekitar pukul 06.00 WIB, ketika hendak mengantar makanan, didapatinya sedang tertidur lelap. Dipanggil tidak menjawab, dirinya berusaha membangunkannya namun tidak juga bergerak. Merasa curiga, Aiksarul Amri kemudian memanggil Gus Huda (46), pengasuh Ponpes Al Himmah. Namun setelah diperiksa oleh keduanya, ternyata sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan Gus Huda ke perangkat desa setempat, Ngadio, Kepala Dusun Rawagabus, Desa Danasri  dan dilanjutkan diteruskan ke Babinsa Danasri Koramil 05/Nusawungu, Polsek Nusawungu dan Puskesmas Nusawungu 1 untuk dilakukan pemeriksaan terhadap jenazah. 

Saat dikonfirmasi Babinsa Danasri Sertu Sakirin menuturan, dari hasil pemeriksaan oleh pihak kepolisian dan Puskesmas, tidak di temukan tanda-tanda penganiayaan terhadap korban. Hal tersebut dikuatkan dengan bukti surat kontrol dari PKU Muhamadiyah Gombong yang ada di kamarnya. Ini murni karena sakit," tuturnya.

Sudah sebulan korban menumpang tinggal di Ponpes Al Himmah dengan alasan tidak punya tempat tinggal dan sakit sakitan. Kita juga sudah menghubungi pihak keluarga namun mereka tidak mengharapkan jenazah untuk di bawa pulang dan meminta untuk di makamkan di tempat jenazah meninggal. Dari dasar inilah Pemerintah Desa Danasri bersama warga masyarakat akhirnya memakamkan jenazah di Pemakaman Umum Pring Amba Desa Danasri Kecamatan Nusawungu.

Red/Sholeh
Lebih baru Lebih lama