JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Bincang Kreatif DPRD Provinsi Jateng: Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor

 


Tegal, Jendelaindo - DPRD Jawa Tengah optimis target capaian  pendapatan daerah di Jawa Tengah tahun 2021 sebesar 15,2 Trilyun bisa tercapai. Demikian disebutkan oleh Wakil Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah Fuad Hidayat, S.Sos, M.Si dalam Talkshow Bincang Kreatif bertajuk Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor pada Jumat (12/3/21).

Talkshow yang disiarkan melalui Radio Slawi  FM dan kanal Youtube PemkabTegal ini dalam rangka mendukung proses percepatan pemasukan pendapatan daerah, salah satunya dari pajak kendaraan bermotor. Narasumber lain yang hadir adalah H. Sarei Abdul Rosyid, S.IP selaku Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah dan Tonny Y Setyanto selaku Kepala Unit Pengelola Pendapatan Daerah (UPPD) Samsat Kabupaten Tegal. Sementara Drs. H. Masfui Masduki, MM selaku anggota Komisi D DPRD Jateng yang sedianya juga dijadwalkan sebagai narasumber berhalangan untuk hadir.

Dalam dialog tersebut, Fuad menyampaikan keoptimisannya akan ekonomi 2021 yang bisa semakin membaik. Hal ini didasarkan setelah adanya program pemberian vaksin, masyarakat diharapkan mampu segera bangkit di masa pandemi. Bahkan target PAD di 2022 dipatok 15,425 trilyun, naik dari usulan eksekutif yang semula 15,207 trilyun.

“Jika ingin ekonomi membaik, semua aspek yang dibutuhkan untuk perbaikan ekonomi harus kita capai bersama, salah satunya sektor pajak. Jika pendapatan pajak tercapai, pemerintah bisa mengalokasikan anggaran sesuai dengan prioritas pembangunan yang diusulkan masyarakat. Dan jika APBD bisa maksimal, daya ungkit ekonomi masyarakat akan lebih terasa, sehingga ekonomi pun bisa lebih cepat pulih pasca pandemi,” paparnya.

Sementar Sarei Abdul Rosyid menyampaikan tentang dampak yang dialami dalam bidang infrastuktur akibat penurunan pendapatan daerah tahun 2020.
“Akibat penurunan ini, banyak kegiatan infrastruktur yang kena refocusing, hanya menyisakan 50 persen. Namun dengan divaksinnya masyarakat, kami berkeyakinan kegiatan ekonomi segera pulih dan masyarakat sadar untuk membayar pajak. Sehingga pendapatan di tahun 2021 dan 2022 minimal mendekati target realisasi,” katanya.

Tonny Y Setyanto selaku kepala UPPD Samsat Kabupaten Tegal mengimbau masyarakat untuk patuh membayar pajak khususnya Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Disampaikannya, Samsat Kabupaten Tegal telah melakukan banyak inovasi untuk meningkatkan capaian target di 2021. Salah satunya dengan menambahkan titik layanan bayar pajak di perusahaan-perusahaan yang memiliki banyak karyawan. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Pemkab Tegal dengan melakukan inventarisasi khususnya kendaraan plat merah yang belum membayar pajak agar segera dilakukan pembayaran.

“Saran saya kepada masyarakat Tegal agar segeralah membayar pajak kendaraan bermotor, apabila ada kendala hubungi Customer Service di bagian informasi Samsat Kab Tegal,” tambahnya.Red/Tim

Lebih baru Lebih lama