JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Gubernur Jateng Resmikan Pembayaran Non Tunai Obyek Wisata Guci Secara Virtual


Tegal,Jendelaindo - 
Obyek Wisata Air Panas Guci secara resmi menerapkan sistem pembayaran non tunai. Hal tersebut ditandai dengan peluncuran pembayaran retribusi masuk non tunai oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara virtual pada Senin (15/03/2021) siang.

Usai diresmikan oleh Ganjar, Umi pun langsung mencoba penerapan pembayaran non tunai kepada orang nomor satu di Jawa Tengah itu. Meskipun secara virtual, Ganjar masih dapat melakukan transaksi seolah-olah ia pengunjung Obyek Wisata (OW) Guci.

“Transaksi Pak Ganjar yang berjumlah lima orang total biaya masuknya Rp 51.000 ya pak,” ujar Umi kepada Ganjar sembari menunjukan barcode di alat transaksi pembayaran atau MPoS.

Pada kesempatan ini, Ganjar mengapresiasi penerapan pembayaran non tunai yang dilakukan OW Guci. Ia pun berharap agar semua destinasi wisata di Jawa Tengah dapat menerapkan hal serupa. “Semoga destinasi wisata, baik wisata belanja maupun rumah makan di Jawa Tengah dapat menerapkan pembayaran secara non tunai,” kata Ganjar.

Sejalan dengan hal tersebut, penerapan pembayaran non tunai juga menjadi adaptasi kebiasaan baru selama pandemi Covid-19. Karena dengan pembayaran non tunai maka mengurangi sentuhan langsung dan mengurangi resiko penularan Covid-19.

Sementara itu, Umi mengatakan penerapan pembayaran secara non tunai merupakan pesan motivasi dan semangat dari gubernur dalam mewujudkan Jawa Tengah yang berintegritas, mboten korupsi, mboten ngapusi. Karena sistem non tunai atau cashless ini dapat menekan kebocoran penerimaan retribusi dan mencegah terjadinya praktik yang tidak terpuji yang dapat terjadi di mana saja.

“Harapan saya dengan hadirnya teknologi ini yang disertai sistem pengawasan dan pengendalian yang memadai serta didukung edukasi yang baik kepada wisatawan semakin meminimalisir praktik merugikan keuangan pemda,” tegas Umi

Di tempat yang sama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal M. Taufik Amrozy menjelaskan sistem pembayaran non tunai ini menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS. Sehingga pembayaran dapat dilakukan dari aplikasi apa saja hanya dengan satu kode QR.

“Aplikasi itu di antaranya Gopay, ShopeePay, Ovo, LinkAja, Dana dan sebagainya. QRIS ini merupakan pembayaran yang kekinian, pengeluaran tercatat, aman, cepat, nyaman, efisien serta higienis,” jelasnya.

Red/Tim

Lebih baru Lebih lama