LSM GMBI Distrik Tegal Raya Bersama KSM Tegal Timur Berbagi 500 Takjil dan 500 Masker


Tegal,Jendelaindo
- Di situasi saat ini yang masih dalam masa pandemi Covid -19 kepedulian Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Tegal Raya Bersama KSM Tegal Timur membagikan makanan berbuka puasa berupa 500 takjil dan 500 Masker gratis,Kamis 29/4/21 di pertigaan gili tugel jalan AR Hakim Kota Tegal.

Kegiatan di pimpin langsung Ketua KSM Tegal Timur  Adi Jefri Hermanto, kegiatan ini adalah salah satu bentuk kepedulian semua anggota dan simpatisan LSM GMBI Tegal Raya kepada pejalan kaki, tukang becak dan Ojol yang sedang menunaikan ibadah puasa.

Kegiatan kali ini mengambil tema "Berbagi dan Mengabdi untuk Negeri" dan rencana pembagian 500 takjil dan 500 Masker ini, nantinya akan di bagikan kepada para pejalan kaki, tukang becak dan Ojol yang melintas di jalan AR Hakim Kota Tegal.

Ketua KSM Tegal Timur Adi Jefri Hermanto saat di temui di sela-sela kegiatan mengatakan Alhamdulillah, KSM Tegal Timur dan LSM GMBI Distrik Tegal Raya hari ini bisa kembali melakukan kegiatan sosial pembagian ratusan bungkus takjil dan masker kepada masyarakat,tukang becak,Ojol dan pengguna jalan di wilayah Kota Tegal.

“Jadi 500 takjil dan 500 Masker ini dibagikan kepada pejalan kaki, Tukang becak dan Ojol yang tidak sempat berbuka puasa di rumah,Sehingga dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat, khususnya mereka yang tidak dapat berbuka puasa di rumah bisa terbantu,”.

Kegiatan ini terlaksana atas kepedulian seluruh pengurus, anggota serta simpatisan LSM GMBI Tegal Raya melihat kondisi masyarakat di Kota Tegal dan sekitarnya yang terdampak karena pandemi covid19 di bulan Ramadhan tahun ini,ungkap Jefri.

Untuk itu, LSM GMBI Distrik Tegal Raya menyikapi secara positif untuk sedikit mengurangi beban tersebut di empat wilayah dengan mengadakan pembagian takjil dan pembagian masker guna pencegahan Virus Covid - 19.

Jefri berharap semoga kita semua tetap bisa saling berbagi walaupun dimasa yg sulit seperti ini karena pandemi covid 19 yang berkepanjangan.

Red/Sholeh
Lebih baru Lebih lama