JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Seorang Ibu Jual Anak Gadisnya 300ribu

(Foto//ilustrasi)

Majalengka, Jendelaindo - Sungguh Tega seorang ibu berinisial TA (45) Warga Asli kecamatan Dawuan, Majalengka Jawa Barat ini yang menjual anak Gadisnya Y (25) kepada Pria Hidung Belang dengan Tarif sekitar Rp.300.000 hingga Rp. 500.000 untuk sekali kencan melalui aplikasi Whatsapp.

Perbuatanya tersebur terbongkar setelah ada laporan dari warga terkait dugaan kasus Mucikari Prostitusi Online.

Kini ibu tersebut harus berurusan dengan pihak yang berwajib dan mendekam dibalik jeruji besi Mapolres Majalengka.

Polisi melakukan penangkapan TA di rumahnya, dan saat penggrebegan rumah TA sedang ada tamu Laki-laki dan perempuan yang sedang berduaan didalam kamar," ujar AKP Siswo

Atas perbuatanya tersebut TA dijerat dengan pasal 27 ayat 1 Jo Pasal 45 ayat 1 UU No.19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No.11 Tahun 2008 dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara." lanjutnya

Editor : Arf
Lebih baru Lebih lama