JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Getaran Gempa M5, 9 Dirasakan Warga Sejumlah Wilayah Jatim

 


Jatim, Jendelaindo - Masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Timur (Jatim) merasakan getaran gempa magnitudo (M)5,9. Gempa terjadi pada Jumat (21/5), pukul 19.30 WIB. BPBD Provinsi Jatim telah berkoordinasi dengan 38 wilayah administrasi kabupaten dan kota untuk mendapatkan laporan situasi terkini. 


Parameter gempa yang sebelumnya menunjukkan M6,2 dimutakhirkan menjadi M5,9 dengan pusat berada pada 57 km tenggara Kabupaten Blitar, Jatim, tersebut berkedalaman 110 km. Berdasarkan hasil pemodelan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tidak berpotensi tsunami. Selain itu, analisis BMKG terhadap kekuatan guncangan dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity menunjukkan V MMI untuk wilayah Blitar.


Skala V MMI mendeskripsikan getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.


“Di Karangkates, Sawahan, Ngajuk, Lumajang, Tulungagung, Malang dengan intensitas IV MMI,” ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno melalui siaran pers (21/5).


Sedangkan pada III MMI, beberapa wilayah teridentifikasi yaitu Madiun, Banyuwangi, Pasuruan, Ponorogo, Mataram, Trenggalek, Pacitan, Bantul, Sleman, Kulonprogo, Pacitan, Kuta, Denpasar, Gianyar, Lombok Barat, Ngawi, Tabanan, dan Jembrana. Skala III MMI mendeskripsikan getaran dirasakan nyata dalam rumah dan warga merasakan getaran seakan-akan truk berlalu.


Selanjutnya, skala II MMI teridentifikasi di wilayah Mojokerto, Sidoarjo, Kediri, Magelang, Cilacap, Pasuruan, Wonogiri, Klaten, Lombok Tengah, Surabaya, Purworejo, dan Karangasem.


Dilihat dari jenis dan mekanisme gempa bumi, Prayitno mengatakan gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa menengah akibat subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam lempeng Eurasia. 


“Hasil analisis BMKG menunjukan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme sesar naik kombinasi geser atau oblique thrust fault,” ujarnya. 


BMKG mencatat gempa susulan hingga Jumat malam (21/5), pukul 20.00 WIB sebanyak dua kali dengan M3,1 dan M2,9.


Pascagempa Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB telah melakukan koordinasi dengan BPBD, baik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. BNPB juga terus memantau kondisi di wilayah terdampak guncangan gempa. 


Dr. Raditya Jati

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB


Editor : Arief Ferdianto

Lebih baru Lebih lama