JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Sebanyak 1.149 Aparat Gabungan Dikerahkan Jaga Sidang Putusan Banding Rizieq Shihab

Jakarta, Jendelaindo - Sidang putusan banding terkait dengan kasus tes swab RS Ummi di Bogor dengan terdakwa Rizieq Shihab di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Pusat berlangsung hari ini, Senin (30/8/2021). Ribuan personel gabungan Polda Metro Jaya dan TNI dikerahkan untuk mengamankan jalannya sidang.

“Ada 1.149 personel pengamanan,”  ujar Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Pusat, AKP Sam Suharto dalam keterangannya, Senin (30/8/2021).

Terpisah, Kapolsek Cempaka Putih, Kompol Ade Rosa menyebut pihaknya telah menyiapkan pengamanan untuk mengawal jalannya proses persidangan. Kendati demikian, Ade tidak menjelaskan apakah ada pengamanan khusus yang diberikan.

“Kita sudah menyiapkan pengamanan, namun untuk lebih detailnya silakan tanya ke Polres ya,”  jelas Ade.

Sebagai informasi, hakim menjatuhkan vonis pidana berupa empat tahun penjara terhadap Rizieq Shihan terkait perkara kasus tes swab di RS Ummi Bogor. Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang sebelumnya menuntut mantan Imam Besar FPI itu selama 6 tahun penjara.

Dalam hal ini, Rizieq disangkakan dengan dakwaan primer Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Dengan vonis tersebut, Rizieq kemudian menolak opsi pengampuan presiden yang ditawarkan hakim dan mengajukan banding.

(Editor : Arief Ferdianto/Hms)

Lebih baru Lebih lama