JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Sembilan Tahun, Pemkab Brebes Sinergi Bersama Pegiat Agama

Brebes,Jendelaindo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes bergandengan tangan dengan para pegiat agama untuk memajukan keimanan dan ketakwaan umat. Wujud dari itu, Pemkab Brebes selalu memberikan uang pembinaan kepada para pegiat agama. Pemberian bantuan bukan sekadar pencitraan, tetapi sudah menjadi program unggulan Pemkab Brebes.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH saat memberikan bantuan uang pembinaan kepada pegiat agama se Kecamatan Salem, di SDN 1 Ciputih, Kecamatan Salem, Kamis (26/8).

Bahkan, kata Narjo, penggelontoran bantuan untuk pegiat agama tersebut paling besar se Jawa Tengah. Tahun 2021, Pemkab Brebes menggelontorkan dana sebesar Rp 13,8 miliar.  Untuk Kecamatan Salem saja, sebanyak 1.056 pengiat agama sepeti guru ngaji, imam masjid mushola, hafidz-hafidzah, guru madin, dai-daiyah dan pengelola pondok pesantresn.

Pemerintah menyadari betul, kalau para pegiat agama itu telah mendarmakan baktikan waktu dan tenaganya dari pagi, siang hingga malam mencurahkan sepenuhnya untuk umat. Seperti memberikan ilmu pada anak-anak untuk belajar mengaji, merawat umat di majelis taklim, di pesantren dan kegiatan keagamaan lainnya. 

“Ucapan terima kasih kami, jangan dilihat besaran uangnya tetapi harus dilihat roh semangat kebersamaan untuk kemajuan agama dan keselamatan dunia akherat. Pemkab membutuhkan generasi yang hebat, dan para pegiat agamalah yang turut melahirkan generasi hebat itu,” tandas Narjo.

Dalam masa pandemi covid 19, Narjo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Sebab, adanya PPKM bukan untuk menyengsarakan rakyat tetapi justru untuk keselamatan kita. 

Selanjutnya Wakil Bupati Brebes juga meninjau langsung penyaluran uang pembinaan di Desa Bentar, Bentasari, Gunung Jaya, Banjaran, Pasir Panjang dan Desa Tembong Raja.

Kepala Bagian Kesra Setda Brebes Ahmad Saekhu menerangkan, Pemkab Brebes menggelontorkan anggaran sebesar Rp 13,8 milyar untuk pegiat agama di Kab Brebes. Untuk Kecamatan Salem diberikan kepada 410 imam masjid dan mushola, 366 guru ngaji, 208 guru madin, 57 dai/daiyah, 6 hafidz/hafidzah dan 9 pengasuh pondok pesantren.

Turut mendampingi peninjauan kesempatan tersebut Asisten Sekda bidang Administrasi Yuta Sugiharti, Camat Salem Wartoid, dan Kepala Desa Ciputih Slamet Beco.

Wartawan : Krisna
Lebih baru Lebih lama