JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Penerima Program PIP " Disunat " 150 Ribu

Kota Tasikmalaya, jendelaindo -  Program Indonesia Pintar ( PIP ) melalui Kartu Indonesia Pintar ( KIP ) merupakan bantuan tunai pendidikan kepada anak usia sekolah ( usia 6 - 21 Tahun ) yang berasal dari keluarga miskin, rentan miskin. Pemilik Kartu Keluarga Sejahtera ( KKS ), yatim piatu, penyandang disabilitas, peserta Program Keluarga Harapan ( PKH ), korban bencana alam atau musibah. PIP merupakan bagian dari penyempurnaan program Bantuan Siswa Miskin.

Terkait program PIP, salah satu nara sumber ( tidak dapat disebutkan namanya ) yang anaknya duduk di bangku SD IT wilayah Kecamatan Purbaratu menyampaikan, " ketika orang tua murid dipanggil untuk pencairan PIP, bahwa pencairan PIP sebesar Rp. 450 ribu per murid ". Terangnya.

Sumber menyebutkan, " besaran pecairan yang sebesar Rp. 450 ribu dipotong sebesar Rp. 150 ribu sebagai transfortasi. Sisanya yang sebesar Rp.300 ribu dimasukan kedalam tunggakkannya. Malahan, yang tidak mempunyai tunggakkan pun uang sisa tersebut tidak diberikan ". Katanya.

Sumber menambahkan , " yang intinya saya sama sekali tidak membawa uang bantuan tersebut ". Tegasnya.
Untuk dimintai keterangan, Kepala SD IT, Eva, tidak memberikan keterangan terkait hal itu. Sehingga penyampaian keterangan tersebut disampikan Pimpinan Yayasan, Bapak. Ajengan. Entang.

Dengan keterangannya, Ajengan. Entang mengatakkan, " jadi, untuk adanya tunggakkan tetap harus dibayarkan. Sebab, adanya kebutuhan - kebutuhan di SD IT ini yang berbeda dengan SD Negri ". Ucapnya.

Menindak lanjuti hal tersebut, ditemui diruang kerjanya 07/09/2021, Apip, Kepala Seksi kesiswaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya menyampaikan, " ada 2 pengajuan untuk PIP, yaitu yang diajukan oleh Dinas Pendidikan dan pengajuan yang diajukan oleh pemangku ( aspirasi ). Maka, dari itu, dengan adanya pengaduan ini, kami akan koordinasikan bersama SD IT tersebut ". Jelasnya.

Wartawan : Prayudi
Lebih baru Lebih lama