JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Kunjungi Lapas Slawi, Kakanwil Jateng Berikan Penguatan Pembangunan Zona Integritas


Slawi, Jendelaindo - Menghadapi agenda penilaian pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM) Lapas Slawi mendapatkan penguatan langsung dari Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah.

Kegiatan penguatan tersebut dilaksanakan di Aula Dr. Sahardjo, Sabtu (2/10/2021), dan diikuti jajaran pegawai Lapas Slawi, dalam sambutannya Kalapas Mardi Santoso mengucapkan terima kasih kepada Kakanwil yang berkenan hadir untuk memberikan penguatan,

Selain itu Kalapas Slawi juga menjelaskan mengenai kesiapan Lapas Slawi dalam menghadapi pembangunan zona integritas menuju WBK/WBBM dengan memaparkan inovasi-inovasi serta pembangunan sarana dan prasarana dalam pelayanan.

Kakanwil Jateng, Yuspahruddin mengingatkan kepada jajaran pegawai Lapas Slawi akan identitas diri dari seorang ASN sejatinya adalah pelayan publik sehingga sudah seharusnya sebagai pelayan memberikan pelayan terbaik dan tidak merasa tinggi hati.

"Dalam undang-undang ASN fungsi kita adalah sebagai pelayan publik, pelayan masyarakat setinggi apapun pangkat kita tetaplah seorang pelayanan. Terus berikan pelayan terbaik karena tindakan baik sekecil apapun akan menjadi amal bagi kita" tegas Yuspahruddin.

Sebagai tambahan Yuspahruddin juga berpesan agar menggiatkan untuk mengupload kegiatan yang kita laksanakan ke dalam media sosial, hal ini bertujuan agar masyarakat tahu apa saja yang kita lakukan didalam Lapas. Selain itu dengan memberikan informasi juga berperan guna melawan berita negatif yang mungkin saja bisa terjadi.

Laporan : Arief Ferdianto
Lebih baru Lebih lama