JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Masuki Musim Penghujan, DPRD Kabupaten Tegal Minta Masyarakat Waspada Banjir dan Tanah Longsor

Tegal,Jendelaindo - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tegal H. bahrun , mengajak masyarakat Kabupaten Tegal terutama wilayah pantura yang menjadi rawan bencana alam agar selalu siaga bencana dan waspada.

H.Bahrun menyampaikan, kepada masyarakat Kabupaten Tegal terutama di wilayah yang rawan bencana alam untuk selalu waspada dan berhati-hati karena Bulan ini sudah masuk musim hujan.
Biasanya musim hujan akan terjadi mulai Oktober hingga awal tahun,” ujarnya.

Karena itu, masyarakat harus waspada dan mengantisipasi terjadinya bencana alam. Antisipasi itu dapat dilakukan dengan kerja bakti, membersihkan saluran air atau sungai. Sehingga air dapat mengalir lancar dan tidak tersumbat yang mengakibatkan banjir. Jika air tidak lancar, dikhawatirkan air meluap ke permukiman warga.

“Bencana banjir biasanya terjadi di wilayah pantura. Yaitu, Kecamatan Kramat, Suradadi dan Warureja. Maka dari itu, masyarakat harus rajin membersihkan saluran air,” katanya.

Sedangkan untuk tanah longsor, tambah Haji Bakhrun, biasanya terjadi di wilayah selatan, seperti Kecamatan Bumijawa, Bojong, Pangkah dan Jatinegara. Masyarakat yang bermukim di perbukitan, diminta untuk waspada. Jika terjadi bencana, segera melapor ke instansi terkait.

Baik pemerintah desa, Polsek, Koramil maupun tim relawan yang berada di desa.
Data dari PMI, ada 15 kecamatan di Kabupaten Tegal yang rawan dilanda bencana.

Ketika terjadi musim penghujan, Lanjut H. Bahrun, ia menghimbau kepada seluruh masyarakat pada saat melakukan perjalanan hendaknya menghindari wilayah yang rawan bencana alam (banjir dan tanah longsor).

Kita ingatkan satu dengan yang lain, dan mari kita hindari wilayah yang rawan bencana alam ketika hujan intensitas tinggi,” Terangnya

Ia mengungkapkan, bahwa masyarakat harus lebih berhati-hati karena saat ini cuaca tidak menentu, baik itu terjadi hujan ataupun tidak terjadi hujan. Oleh karenanya, masyarakat selalu waspada ketika berada di luar rumah.

“Hindari lokasi yang rawan tanah longsor, dan hindari wilayah yang rawan banjir ketika melakukan perjalanan,” tutupnya.

Red/Sholeh

Lebih baru Lebih lama