JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Turunkan Alat Berat, Pemerintah Daerah Sukabumi Buka Akses Jalan Tertutup Material Longsor

Jampang, Jendelaindo - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menurunkan alat berat untuk penanganan tanah longsor yang terjadi di sekitar Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi. Material longsor sempat menutup jalan lintas provinsi sehingga tidak dapat dilalui kendaraan pada Selasa malam (9/11). Sebanyak 7 titik longsoran terpantau di sepanjang jalan provinsi tersebut. 

Pengerahan alat berat oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya mampu mempercepat pembukaan akses jalan sehingga pada pukul 23.30 WIB jalan dapat dilalui kendaraan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi yang juga berada di lokasi terdampak menginformasikan bahwa kondisi jalan licin karena material tanah yang tersisa pada permukaan jalan. 

Peristiwa tanah longsor juga berdampak pada terisolasinya sejumlah kampung di Kecamatan Jampang Tengah. Informasi yang diterima dari BPBD setempat, kampung terdampak yaitu Kampung Cipeusing, Bantar Peauteuy, Ciguha Tonggoh, Ciguha Lebak dan Sindangsari. Catatan sementara, 2 KK atau 8 jiwa terdampak insiden yang terjadi pada Selasa (9/11), pukul 20.00 WIB.

Kronologi kejadian tersebut dipicu oleh intensitas hujan lebat yang kemudian mengakibatkan banjir dan tanah longsor. Kaji cepat BPBD setempat mencatat 4 unit rumah warga terancam material longsor. Selain tanah longsor, banjir di kawasan tersebut mengakibatkan 10 KK mengungsi sementara waktu ke tempat saudara.

Kecamatan Jampang Tengah merupakan salah satu dari 46 kecamatan yang memiliki potensi bahaya tanah longsor dengan kategori sedang hingga tinggi. Sedangkan analisis potensi gerakan tanah (longsor) pada November 2021 ini, kawasan Sukabumi merupakan wilayah teridentifikasi yang berpotensi longsor. 

Pada hari ini, Rabu (10/11) prakiraan cuaca menyebutkan bahwa kawasan Sukabumi masih berpeluang hujan petir pada siang hingga menjelang malam hari. Sedangkan pada esok hari (11/11), cuaca berpeluang cerah hingga hujan ringan. 

Menyikapi potensi bahaya hidrometeorologi basah, baik banjir maupun tanah longsor, pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siap siaga. BNPB telah menyampaikan arahan mengenai langkah-langkah kesiapsiagaan yang perlu dilakukan oleh pemerintah daerah.Red/Ji

Lebih baru Lebih lama