BREAKING NEWS Akibat 25 Sapi Positif PMK, Pemkab Magetan Kini Lockdown 2 Kecamatan ➤ Pukesmas Plaosa Tak Izinkan Gunakan Ambulan, Pasien Malah Disuruh Berbohong ➤ Akibat Larang Wartawan Untuk Meliput, Ketua MOI Magetan Layangkan Somasi ➤ Ratusan Warga Wadasmalang Kebumen, Gelar Aksi Demo Terkait Dugaan Korupsi ➤ Lambat Terima Suplay BBM Dari PERTAMINA, Keberakatan Cantika 77 Molor Sehari ➤ Keterbatasan Listrik di Kasonaweja Berasalan Dana? ➤ PBG Dan Status Lahan Pembangunan Balai Desa Wanasari Patut Di Pertanyakan ➤ Waspada Awal Musim Kemarau, 5 Hektar Lahan di Kalteng Kebakaran ➤ Master Limbad Hadiri Acara Silaturahmi di Pemkot Tegal ➤ Usai Lebaran, Jasa Pijat Urut Laris Bockingan ➤ Banjir di Kabupaten Poso Telah Surut, Warga Diimbau Tetap Waspada ➤ Banjir Landa Tiga Kecamatan Di Purwakarta, Akses Jalan Pemukiman Warga Alami Kerusakan ➤ Kpk Tetapkan Bupati Bogor "ADE YASIN Atas Dugaan Korupsi ➤ Wow! 3 Pasangan Mesum di Kota Tegal Terjaring Satpol PP ➤ Pemkot Tegal Serahkan Bantuan Keuangan Partai Politik Tahun Anggaran 2022 ➤ Tempat Hiburan Malam di Kota Tegal Diimbau Tutup Sementara ➤ Sastrawati Kawakan Asal Tegal, "Diah Setyowati Turut Semarakan Acara Bhaksos Jendelaindo ➤ Media Jendelaindo Giat Sinergitas Kepedulian dan Berbagi Takjil Gratis di Bulan Ramadhan ➤www.jendelaindo.com - informasi akurat terpercaya

Gunung Merapi Muntahkan Wedus Gembel Sejauh 1,8 km

(Foto/Dok.BPPTKG : Gunung Merapi)


Yogyakarta, Jendelaindo - Lava pijar dan awan panas guguran (APG) atau sering disebut wedus gembel, meluncur dari kawah Gunung Merapi, Jumat (7/1/2022) pukul 13.39 WIB.


Pada seismogram teramati terjadi gempa guguran dengan amplitudo 24 mm, durasi 113 detik, dan tinggi kolom 150 meter dari puncak.


"Siang ini tercatat satu kali terjadi APG, dengan jarak luncur 1.800 meter ke arah barat daya," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/1/2022).


Selain APG yang kembali teramati, luncuran lava pijar dari puncak Gunung Merapi, juga terus terjadi. Tercatata 16 kali guguran lava dengan jarak luncur antara 1.500-2.000 meter ke arah barat daya.


Rinciannya periode pukul 24.00-06.00 WIB sebanyak 14 kali dengan jarak luncur 2.000 meter, dan dua kali pada periode pukul 06.00-12.00 WIB dengan jarak luncur 1.500 meter.


Pada periode itu, tercatat juga sejumlah kegempaan dari Gunung Merapi. Di antaranya gempa guguran sebanyak 61 kali, hembusan satu kali, fase banyak atau hybrid empat kali dan tektonik jauh satu kali.


Hanik menjelaskan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah Sungai Woro, dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.


Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.


"Untuk itu msyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya," paparnya.


BPPTKG saat ini masih menetapkan status Gunung Merapi pada level III atau siaga, dan akan meninjau kembali jika ada perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan.


Editor/Red : Arief Ferdianto

Lebih baru Lebih lama