HEADLINE ➤ JENDELAINDO NEWS UPDATE ➤ Rugikan Negara Rp.22,7 Triliun, Mantan Dirut Asabri Divonis Hukuman 20 Tahun Penjara ➤ BKPK Gelar OTT, Dikabarkan Wali Kota Bekasi Diamankan ➤ Hebat, Awali Tahun 2022 Polres Tegal Ungkap Kasus Narkoba Jenis Sabu ➤ Terbakar Api Cemburu, Suami Tega Bacok Leher Istri Saat Tidur Hingga Tewas ➤ Wau! Ladang Ganja Seluas 16 Hektar ini Berhasil Dimusnahkan ➤ Batal Dihapus, Presiden Jokowi Instruksikan BBM Premium Disalurkan di Seluruh Indonesia ➤ Bahar Smith Ditahan Atas Dugaan Penyebaran Berita Bohong ➤ Ajak Anak SD Nonton Film Porno, Pria ini Diduga Mencabuli Sebanyak 2 Kali ➤ Kejaksaan Tinggi Banten, Pecat Jaksa Nakal Yang Diduga Memeras Terdakwa ➤ Presiden Joko Widodo : 136 Kasus Varian Omicron, Perketat Pintu Masuk Kedatangan dan Karantina ➤ 14 Kepala Pukesmas Kembalikan Dana Dugaan Korupsi Covid-19 ➤ Artis Yang Diduga Terlibat Kasus Prostitusi Online Bukan Hanya CA ➤ Perokok Wajib Simak : Ini Dia Daftar Kenaikan Harga Rokok Tahun 2022 ➤ Wau! Artis ini Bandrol Tarif Sekali Kencan Sebesar 30 Juta ➤ Terjaring OTT, Satlantas Polresta Ambon ini Dinonaktifkan ➤ www.jendelaindo.com - informasi akurat terpercaya

Seorang Ayah Tega Cabuli 2 Anak Tirinya Sekaligus Sejak Tahun 2018


Solok, Jendelaindo - Seorang pria bernama Rahmad Priyandra (39) di Kota Solok, (Sumbar), tega mencabuli 2 anak tirinya sekaligus yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Perbuatan bejat itu bahkan telah dilakukannya berulang kali sejak tahun 2018 silam.


Aksi tak senonoh itu akhirnya terbongkar setelah ibu korban melaporkan perbuatan suaminya ke Polres Solok Kota,Pelaku pun diringkus dan kini mendekam di sel tahananan Polres Solok Kota.


Kasat Reskrim Polres Solok Kota, AKP Evi Wansri mengatakan, pelaku mencabuli kedua anak tirinya itu sejak 2018 silam. Perbuatan bejat itu dilakukan hingga puluhan kali.


"Pencabulan dan persetubuhan itu terjadi sekitar 20 kali dalam kurun waktu 2 tahun," katanya, Jumat (14/1/2022).


Terkuaknya perbuatan cabul sang ayah tiri berawal dari kecurigaan gurunya di sekolah. Korban terlihat murung dan tak seperti anak biasanya. Setelah didesak, korban bercerita kepada gurunya tentang apa yang telah dialaminya.


Lantas, gurunya pun menyampaikan hal itu kepada ibu korban. Namun, ibu korban belum percaya dan akhirnya korban divisum. Setelah hasilnya keluar dan ditemukan ada kerusakan di orgam intim korban, barulah ibunya percaya hingga akhirnya melapor ke polisi.


"Pelaku kami tangkap Rabu tanggal 13 Januari 2022 di kawasan Ampang Kualo, Kampung Jawa," tuturnya.


Atas perbuatanya, pelaku dijerat Pasal 81 ayat (3) Jo 76E subsidair 82 ayat (2) Jo 76E undang-undang Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undand-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.


Editor : Arief Ferdianto

Previous Post Next Post