BREAKING NEWS Akibat 25 Sapi Positif PMK, Pemkab Magetan Kini Lockdown 2 Kecamatan ➤ Pukesmas Plaosa Tak Izinkan Gunakan Ambulan, Pasien Malah Disuruh Berbohong ➤ Akibat Larang Wartawan Untuk Meliput, Ketua MOI Magetan Layangkan Somasi ➤ Ratusan Warga Wadasmalang Kebumen, Gelar Aksi Demo Terkait Dugaan Korupsi ➤ Lambat Terima Suplay BBM Dari PERTAMINA, Keberakatan Cantika 77 Molor Sehari ➤ Keterbatasan Listrik di Kasonaweja Berasalan Dana? ➤ PBG Dan Status Lahan Pembangunan Balai Desa Wanasari Patut Di Pertanyakan ➤ Waspada Awal Musim Kemarau, 5 Hektar Lahan di Kalteng Kebakaran ➤ Master Limbad Hadiri Acara Silaturahmi di Pemkot Tegal ➤ Usai Lebaran, Jasa Pijat Urut Laris Bockingan ➤ Banjir di Kabupaten Poso Telah Surut, Warga Diimbau Tetap Waspada ➤ Banjir Landa Tiga Kecamatan Di Purwakarta, Akses Jalan Pemukiman Warga Alami Kerusakan ➤ Kpk Tetapkan Bupati Bogor "ADE YASIN Atas Dugaan Korupsi ➤ Wow! 3 Pasangan Mesum di Kota Tegal Terjaring Satpol PP ➤ Pemkot Tegal Serahkan Bantuan Keuangan Partai Politik Tahun Anggaran 2022 ➤ Tempat Hiburan Malam di Kota Tegal Diimbau Tutup Sementara ➤ Sastrawati Kawakan Asal Tegal, "Diah Setyowati Turut Semarakan Acara Bhaksos Jendelaindo ➤ Media Jendelaindo Giat Sinergitas Kepedulian dan Berbagi Takjil Gratis di Bulan Ramadhan ➤www.jendelaindo.com - informasi akurat terpercaya

Ratusan Orang Berebut Gunungan Hasil Bumi di Ruwat Bumi Guci

Tegal,Jendelaindo – Ratusan orang tampak berebut gunungan hasil bumi dari masyarakat Desa Rembul, Desa Guci dan sekitarnya di acara ruwat bumi yang diselenggarakan di objek wisata Guci, Selasa (02/08/2022) siang. Animo warga setempat dan wisatawan pada acara tradisi tahunan tersebut sangat tinggi setelah dua tahun kemarin hanya diselenggarakan secara sederhana akibat pandemi Covid-19.

Bupati Tegal Umi Azizah yang hadir memimpin prosesi adat ini mengatakan selain menjadi daya tarik bagi wisatawan, penyelenggaraan ruwat bumi Guci dari mulai arak-arakan atau karnaval, memandikan kambing kendit hingga grebek gunungan hasil bumi ini bermakna spiritual dan pelestarian budaya lokal.


“Mudah-mudahan, lewat acara ruwatan ini akan tersampaikan pesan dan membawa kesan bagi siapa saja untuk kemudian ikut menjaga, melestarikan dan merawat, serta nguri-uri budaya jawa ini,” kata Umi.

Dari sisi spiritual, ruwat bumi merupakan wujud ungkapan rasa syukur masyarakat Guci dan sekitarnya atas karunia Tuhan untuk kemudian bisa lebih mendekatkan diri, meningkatkan ketakwaan juga keimanannya pada Sang Khalik.

Selain itu adalah penghormatan kepada para leluhur, para pendahulu yang telah mewariskan kekayaan alam kepada anak-cucunya berupa hamparan lahan pertanian yang tetap subur, udara dan air yang tidak tercemar, serta hutan yang terjaga kelestariannya.

Sehingga sebagai generasi penerus, sambung Umi, ada tanggung jawab kepada masyarakat untuk melanjutkan dan mengolah warisan kebaikan ini untuk kesejahteraan dan kemakmuran bersama dengan tetap memperhatikan keseimbangan alam.

“Ruwat bumi mengingatkan kita akan jasa para pendahulu yang sudah mewarisi kondisi lingkungan alam Guci yang terjaga baik, tidak rusak tangan-tangan jahil, tidak dirusak oleh kepentingan ekonomi sesaat. Maka kita sebagai generasi penerus wajib menjaganya,” ujarnya.

Umi pun menitip pesan agar warga Guci bisa menjaga kebersihan lingkungan Guci dari sampah, menjaga kesuburan tanah, air dan sumber-sumber mata air dari pencemaran dan perusakan akbita aktivitas perekonomian, termasuk menjaga citra kawasan sebagai destinasi wisata keluarga.

Dirinya pun meminta acara ruwat bumi Guci ini bisa dikemas semakin apik dan dipromosikan lebih gencar lagi. “Ke depan, saya ingin tradisi ruwat bumi Guci ini bisa tercatat dalam listing wisata budaya nasional, minimal masuk dalam agenda promosi wisata provinsi Jawa Tengah,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal Uwes Qoroni menjelaskan tradisi ruwat bumi sudah berjalan turun-temurun dan diselenggarakan setiap bulan Muharram.

Diawali dengan dzikir bersama sehari sebelumnya, upacara ruwatan sebagai puncak acara diisi dengan kirab gunungan hasil bumi, pemotongan tumpeng, doa bersama dan iringan gendingan jawa. 

Red/Sholeh/Rls
Lebih baru Lebih lama