Desa Wisata Dawuhan Kembali Pikat Wisatawan saat Libur Lebaran

Jendelaindo News
Oleh -

JENDELAINDO - Desa Wisata Dawuhan Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, menunjukkan geliat pariwisata selama libur Idul Fitri 1447 H. 

Tercatat dalam empat hari pertama lebaran, lebih dari 3.000 wisatawan lokal memadati lokasi wisata yang menawarkan konsep unik perpaduan alam dan tradisi ini.

Jumlah kunjungan tersebut dinilai stabil dan konsisten jika dibandingkan dengan periode lebaran tahun sebelumnya, menandakan loyalitas wisatawan terhadap destinasi yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dawuhan ini.

Salah satu daya tarik utama yang memikat pengunjung adalah sajian kuliner tradisional yang otentik. Di pasar Renggang, pasar tradisional  yang menjadi point of interest, di pasar ini pengunjung bisa menikmati aneka hidangan mulai dari Bakmi Jowo, Mie Ayam, Getuk Lindri, Nasi Jagung, hingga jajanan pasar seperti Onde-onde, Bakwan, Pecel, dan Rujak.

Tidak ketinggalan, hidangan khas seperti Klepon, Intip dan yang paling dicari adalah Bubur Srintil, sajian khas Desa Dawuhan yang menjadi primadona bagi wisatawan yang berkunjung ke Lokasi wisata tersebut.

Selain kuliner, Desa Wisata Dawuhan juga memanjakan pengunjung dengan berbagai fasilitas hiburan. Anak-anak tampak antusias menikmati area kolam renang yang kali ini di tambah dengan hujan busa dan menjadi daya tarik  setelah muncul di media sosial, selain itu juga ada area playground untuk anak - anak, serta kereta wisata yang mengintari area wisata Dawuhan. 

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Eryantho Arief, memberikan apresiasi atas konsep yang diusung Dawuhan. 

"Dawuhan berhasil menggabungkan wisata alam dengan nuansa tradisional yang kental. 
Lokasinya yang di pinggir Sungai Panaraban sangat sejuk. Untuk tubing, pengelola disini juga menyiapkannya sesuai permintaan serta melihat kondisi cuaca demi keamanan," katanya saat mengunjungi pekan lebaran di obyek wisata Dawuhan Rabu (25/3/ 2026).

*Bangkit Paska Bencana*

Kesuksesan kunjungan wisata saat musim liburan ini menjadi simbol kebangkitan Desa Wisata Dawuhan.

Belum lama ini, lokasi ini sempat terpuruk akibat bencana banjir yang menyebabkan kerugian material mencapai ratusan juta, termasuk kerusakan pada sound system dan fasilitas lainnya.

"Ini adalah momentum bangkit dari keterpurukan paska bencana. Pengelola Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) bekerja keras membangun kembali fasilitas yang ada," tambah Eryantho.

Ia juga mencatat bahwa meski biasanya transaksi menggunakan koin khusus, selama periode lebaran ini pengelola memberlakukan transaksi tunai (cash) untuk memudahkan wisatawan.

Sementara Pengelola Pokdarwis Desa Dawuhan, Supri, menjelaskan bahwa operasional wisata ini sangat mengedepankan pemberdayaan masyarakat. Saat ini, terdapat 15 karyawan inti, dan jumlah tersebut akan ditambah dengan karyawan tidak tetap pada hari libur nasional atau tanggal merah guna memaksimalkan pelayanan.

Penggunaan tanah desa untuk area wisata ini juga memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan desa.

"Kami memberikan kontribusi kepada Desa Dawuhan yang nantinya akan dipertimbangkan kembali untuk pengembangan fasilitas di masa depan," ungkap Supri

Meski mayoritas pengunjung masih merupakan wisatawan lokal dari sekitar Banjarnegara, tren menarik mulai terlihat dengan hadirnya beberapa Wisatawan Mancanegara (Wisman) yang mulai melirik keasrian Desa Dawuhan. 

Ke depan, pengembangan fasilitas lebih lanjut akan dilakukan sambil menunggu situasi dan kondisi keuangan yang stabil.

Bagi Anda yang merindukan suasana pedesaan yang asri, udara sejuk, dan cita rasa masakan tradisional yang menggugah selera, Desa Wisata Dawuhan di Kecamatan Wanayasa bisa menjadi pilihan  untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.***(Kominfo/ahr).