JENDELAINDO - Dewan Pimpinan Pusat Sekretariat Insan Pers Jawa Tengah. DPP SEKBER IPJT Menggelar acara silahturahmi bersama puluhan insan Pers, aktivis serta pemberian santunan kepada puluhan anak yatim dari kelurahan pasarbatang, kecamatan Brebes, kabupaten Brebes.
Yang hadir dalam acara tersebut adalah jajaran struktural DPC IPJT Kabupaten Brebes serta puluhan insan Pers dari berbagai perkumpulan-perkumpulan media lain, diantaranya datang dari KSB pimpinan daerah PD IWO, dari persatuan Wartawan Indonesia PWI, dan GWI serta dari forum komunikasi wartawan Brebes FKWB serta puluhan wartawan dan aktivis yang aktif dikabupaten Brebes lainnya.
Gelar Santunan Anak Yatim dan buka puasa bersama aktivis dan insan pers ini bertujuan untuk edukasi kepada DPC IPJT Brebes, dan penguatan Sinergitas Insan Pers khususnya yang ada dan aktif di beberapa wilayah di kabupaten Brebes.
Hari ini ratusan insan pers dan aktivis berkumpul bersama dalam agenda berbuka puasa bareng serta pemberian santunan (sodaqoh) kepada puluhan anak yatim di Dapur Mangrove, Jalan Proklamasi kelurahan Pasarbatang, tepat di sebelah kantor pemerintahan terpadu KPT. Senin (16/3/2026).
Kegiatan ini kami laksanakan semata untuk silaturahmi dengan semua elemen pewarta sekaligus meneguhkan profesionalisme jurnalisme.
Suasana hangat dan canda para tamu undangan yang hadir, memberikan suasana bahagia, para kuli tinta dan aktivis yang hadir, muncul juga wajah-wajah polos anak-anak yatim.
Momen Ramadan 1447 Hijriah ini dimanfaatkan oleh Ketua umum DPP Insan Pers Jawa Tengahari (DPP IPJT) untuk mendinginkan suasana. sekaligus menaanamkan rasa semangat integritas profesi para kuli tinta.
Dijelaskan oleh firdaus bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang kumpul-kumpul rutin. Kehadiran Ketua Umum IPJT Jawa Tengah, Firdaus Andika, memberikan bobot tersendiri pada pertemuan tersebut.
Di hadapan jajaran pengurus dan insan pers lintas organisasi, Firdaus melontarkan pesan menohok soal kualitas karya jurnalistik saat ini.
“Wartawan adalah mata dan telinga publik. Pahami Kode Etik, UU Pers, dan gunakan teknik 5W+1H dengan disiplin,” tegas Firdaus di sela-sela diskusi.
Ia menyoroti fenomena jurnalisme ‘instan’ yang mulai menggerus kepercayaan publik. Menurutnya, berita yang kuat lahir dari konfirmasi yang tepat dan verifikasi yang ketat, bukan sekadar opini pribadi atau praktik malas copy-paste yang berisiko secara hukum.
Sementara itu Azmi Asmuni Majid, Penasihat DPC Sekber IPJT, mengingatkan bahwa jurnalis memiliki beban moral untuk berpihak pada kebenaran.
Ia menekankan pentingnya peran media dalam mengawal hak-hak dasar rakyat, seperti akses BPJS dan layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu di Brebes.
“Jurnalis tidak boleh netral dalam arti diam saat melihat ketidakadilan; jurnalis harus independen dan berpihak pada kebenaran,” ungkap Azmi.
Baginya, kolaborasi antara media dan pemerintah dalam mendiseminasikan informasi publik seperti program beasiswa dan infrastruktur adalah kunci utama mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah.
Acara yang diawali dengan diskusi santai ini ditutup dengan doa bersama yang di pimpin oleh ustad Nadirin dari Desa Sawojajar, dan buka puasa dalam suasana kekeluargaan.
Kesepakatan yang lahir dari pertemuan sederhana ini: membangun komunikasi yang sehat demi keterbukaan informasi publik yang lebih cerdas dan solutif bagi warga Brebes.

