JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Bencana Tanah Longsor Kembali Terjadi di 3 Titik di Wilayah Kecamatan Jeruklegi


Cilacap,Jendelaindo - Hujan dengan intensitas tinggi, kembali mengakibatkan 3 titik di wilayah Kecamatan Jeruklegi mengalami bencana alam, Rabu (21/10/2020). 3 titik tersebut yaitu terjadi di Desa Jambusari dimana di desa ini ada 2 titik yang mengalami bencana alam tanah longsor sedangkan satu titik terjadi di Desa Prapagan. 


Di Desa Jambusari, hujan yang terjadi sejak Selasa tanggal 20 Oktober 2020 sekitar pukul 21.30 Wib menyebabkan tanah longsor sehingga bahu Jalan Nasional di Jln Raya Jeruklegi - Wangon, tepatnya di RT 04 RW 02 Desa Jambusari, amblas sepanjang 10 M dan lebar 2 M. Di desa yang sama, tepatnya di RT 05 RW 02 Dusun Jambuandap dan  RT 01 RW 07 Dusun Karanganyar, terjadi tanah longsor yang hampir menimpa rumah warga.


Terkait kejadian tersebut, Babinsa Jambusari Koramil 02 Jeruklegi telah melakukan langkah preventif guna meminialisir melebarnya bahu jalan yang amblas maupun tanah longsor. Selain berkoordinasi dengan Aparat Kepolisian untuk memasang rambu-rambu lalu lintas jalan, juga memberikan himbauan kepada warga yang rumahnya berada di bawah tanah yang longsor agar waspada dan untuk sementara waktu dianjurkan mengungsi.


" Kejadian ini telah kita laporkan ke Komando Atas. Kita juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa dan Dinas terkait lainnya untuk penanganan lebih lanjut," terangnya. 


Diwaktu yang sama jalan amblas terjadi di Desa Prapagan. Hujan yang terjadi sejak Selasa sore menyebabkan Jalan Asem tepatnya di Dusun Tanjungsari RT 001 RW 001 Desa Prapagan Kecamatan Jeruklegi, longsor sepanjang 20 M dan lebar 1,5 M dengan kedalaman kurang lebih 1 M. Hal tersebut diperkirakan karena saluran air atau drainase yang kecil serta letak pondasi yang berada di tepi lahan yang miring. Tindakan yang diambil yaitu menutup sementara Jalan Asem untuk tidak dilalui kendaraan roda empat.

Red/ Sholeh
Lebih baru Lebih lama